Berita

Ekonom senior Rizal Ramli/Net

Politik

RR: DPR Dikendalikan 9 Ketum Partai yang Manut Jokowi

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 05:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kondisi ekonomi politik Indonesia mendapat sorotan dari ekonom senior Rizal Ramli. Mantan Menko Kemaritiman era Presiden Jokowi itu melihat, banyak keputusan strategis saat ini yang diputuskan oleh para ketua umum Parpol.

Imbasnya, DPR tidak lagi independen dalam membela kepentingan rakyat.

Sorotan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Gelora Talk bertajuk 'Waspada Resesi Ekonomi 2023 Mengintai, Bagaimana Kesiapan Indonesia?', Rabu lalu (19/10).


"Sekarang ini, DPR dikendalikan oleh 9 ketua umum, mereka manut sama pak Jokowi. Sehingga DPR sedikit sekali yang bersuara independen seperti soal kenaikan BBM," demikian kritikan Rizal Ramli dalam keterangan tertulis Kamis (20/10).

Menurut pria yang karib disapa RR ini, kenaikan harga BBM yang diputuskan Jokowi telah memicu inflasi makanan d iatas 15,5 persen, dan bisa menjadi 17 persen.

Mantan Kepala Bulog itu bahkan memprediksi bahwa nilai tukar rupiah bakal anjlok hingga Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga memprediksi inflasi pada tahun ini bisa menembus 5,5 persen. Secara khusus, RR mengatakan bahwa angka tersebut adalah secara umum karena yang paling dirasakan adalah terkait inflasi makanan.

"Inflasi biasa 5,5 persen, sementara inflasi makanan yang terpenting untuk rakyat dan buruh sebelum kenaikan BBM sudah 13,5 persen. Ini jelas anti-Pancasila, anti-NKRI, kalau sikapnya kayak begini," tegas Rizal Ramli.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya