Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena/Net

Politik

DPR Minta Kemenkes, BPOM dan IDAI Duduk Bersama Jelaskan Kasus Gagal Ginjal Akut

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 03:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Beberapa lembaga pemerintah diminta segera duduk bersama sebelum memberikan penjelasan pada publik terkait kasus gagal ginjal akut misterius yang memebabkan anak mati. Beberapa lembaga itu adalah, Kemenkes, BPOM dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, langkah pemerintah duduk bersama sebelum beri penjelasan ke publik agar ada informasi jelas terkait kasus kematian anak akibat gagal ginjal.

Pihaknya mendorong agar Kementerian Kesehatan, BPOM, dan IDAI bisa segera duduk bersama dan memberikan keterangan secara bersama secepat mungkin.
 

 
Melki mengatakan saat ini pemerintah telah mengimbau seluruh apotek untuk menyetop sementara penjualan obat bentuk cair atau sirup buntut 192 kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia.

Namun demikian , ia berharap ada batasan waktu terhadap diskresi tersebut.
 
"Kalau kita cermati, penggunaan etilen glikol dan dietilen glikol memang sebenarnya sudah dilarang, tapi kemudian di lapangan ditemukan cemaran pada gliserin atau propilen glikol," demikian informasi yang diterima Melki, Kamis (20/10).

Fakta itu, kata Melki, menjadi masalah karena diduga berkaitan dengan gagal ginjal akut misterius. Bagi Melki, hal itu harus segera kita cari penyebabnya.

"Ini semua butuh penjelasan hasil investigasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah kepada publik," jelas Melki.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya