Berita

Pangkalan militer Jepang di Hokkaido/Net

Dunia

Perusahaan China Beli Tanah di Dekat Pangkalan Militer, AS dan Jepang Ketar-ketir

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 15:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat (AS) dan Jepang menyatakan keprihatinannya atas tindakan perusahaan China yang membeli tanah di dekat area pangkalan pertahanan.

Sebuah laporan dari Nikkei Asia baru-baru ini menyebut perusahaan China, Fufeng Group, telah mengakuisisi sebidang tanah di Hokkaido, dekat situs radar Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Perusahaan itu juga membeli 300 hektar lahan pertanian di dekat Grand Forks, North Dakota, Amerika Serikat (AS).

Pada Januari, Kepala Kebijakan Partai Demokrat Liberal Jepang Sanae Takaichi menyoroti pembelian tanah oleh perusahaan China ini. Lantaran tanah di Hokkaido itu hanya berjarak 35 km dari situs radar Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Takaichi kemudian mempertanyakan apakah hal itu tidak menjadi perhatian dari keamanan nasional.


Menurut Badan Kehutanan Jepang, kepemilikan dan investasi di kawasan hutan Jepang telah meningkat 4,7 kali lipat dari 2010. Pada 2021, pembeli yang berasal dari Hong Kong, Makau, Australia, Singapura, dan AS membeli tanah di Hokkaido. Tercatat ada 19 kasus.

Bulan lalu, Ryan Ashley dan Alec Rice, perwira aktif di militer AS menggambarkan Hokkaido sebagai "sarang sejarah persaingan kekuatan besar".

"China telah lama mengakui Hokkaido sebagai permata berharga dari rantai pulau Pasifik Utara, telah memperkuat pengaruh ekonominya di kawasan itu selama beberapa dekade dan hari ini meningkatkan kerja sama militernya dengan Rusia," tulis Ashley dan Rice di Nikkei Asia.

Pada Juli, komite Kantor Kabinet mengadakan dengar pendapat dengan para ahli terkait masalah penggunaan lahan di sekitar infrastruktur yang dianggap vital bagi keamanan nasional, seperti pangkalan Pasukan Bela Diri dan pembangkit nuklir.

Namun seorang ahli mencatat bahwa wajar bagi militer asing untuk mencoba mengumpulkan informasi tentang militer lawan.

"Dalam keadaan darurat, ada kemungkinan bahwa tujuan beralih ke sabotase, terutama mengenai pembangkit nuklir," kata ahli.

Seiring dengan melemahnya perekonomian Jepang, juga semakin meningkatkan kekhawatiran akuisisi tanah oleh pihak asing.

Selain di Jepang, perusahaan China Fufeng Group juga membeli 300 hektar lahan pertanian di dekat Grand Forks, North Dakota. Baru-baru ini, kepemilikan dan investasi asing di lahan pertanian AS hampir dua kali lipat dari 2010 hingga 2020 dan juga mengkhawatirkan anggota parlemen.

Dalam surat kepada Government Accountability Office (GAO), 130 anggota parlemen AS meminta badan tersebut untuk mengetahui sejauh mana dan tren investasi asing di lahan pertanian.

Departemen Pertanian AS, pada Desember 2020, 15,2 juta hektar lahan pertanian AS dipegang oleh individu dan entitas asing, yang mewakili 2,9 persen dari semua lahan pertanian swasta.

Kanada menduduki puncak daftar dengan 12,4 juta hektar, atau 32 persen dari total, diikuti oleh Belanda, Italia, Inggris dan Jerman. China menguasai 352.140 hektar, atau kurang dari 1 persen tanah milik asing.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya