Berita

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat buka kembali posko pengaduan di Balaikota Jakarta/RMOL

Politik

JAKI Anies Baswedan Diakui Dunia, Posko Pengaduan Era Heru Budi Lebih pada Kekonyolan Saja

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 05:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kembali membuka posko pengaduan di Balaikota Jakarta yang dulu telah dilaksanakan saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai orang nomor satu di Ibukota.

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam berpendapat bahwa ketika politik dalam memperebutkan kekuasaan selesai, semestinya administrasi yang didalamnya terdapat pelayanan dimulai.

Ia mengingatkan, tidak ada politisasi dalam hal pelayanan terhadap warga.


Arman kemudian menyinggung bahwa program model JAKI (Jakarta Kini) yang diterapkan Gubernur Anies Baswedan adalah langkah maju dan diakui oleh dunia. JAKI adalah platform menampung aspirasi publik dan beragam kebutuhan bagi warga Jakarta.

"Jika ada keinginan pejabat baru mengubah atau mengganti lebih pada kekonyolan saja,  sangat kental motif penegasian program yang sudah baik itu," demikian kata Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/10).

Dalam pandangan Arman, tanpa dasar yang kuat dalam mengganti sistem, Budi nampaknya hanya ingin melakukan down grading atas kerja inovatif dari Anies.

Selain itu, Arman melihat bahwa Heru ingin mengingatkan kembali memori masyarakat pada figur yang syarat dengan kader PDIP.

"Jangan pretelin program yang sudah baik, lebih baik cari lagi program populer lain yang semata untuk memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat jakarta," demikian kata Arman.

Arman menyarankan Heru sebaiknya lebih mengedepankan kerja kerja pelayanan dengan terobosan-terobosan lain.

Arman berpendapat, sebagai Pj Gubernur yang dekat dengan Presiden Jokowi, ia harus ingat ada begitu banyak masalah Jakarta seperti sampah, banjir, macet dan pengangguran.
"Begini buruknya kalau kekuasaan hanya untuk kepentingan penguasa, hanya memperkeruh dan tidak meberikan dampak manfaat," jelas Arman.

Lebih lanjut Arman mengatakan, jika posko posko manual yang dijaga oleh operator sangat mundur pemanfaatan teknologi diera digital ini. Bahkan, ia menilai terkesan pemborosan anggaran.  

"Atau mungkin operator-operator yang direkrut adalah tim tim sukses yang dipersiapkan.  Sangat ironis," pungkasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya