Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Setelah Bentrokan Mematikan, UE Kirim Tim Pemantau di Perbatasan Armenia-Azerbaijan

SELASA, 18 OKTOBER 2022 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa mengerahkan misi pemantauan di sepanjang perbatasan Armenia-Azerbaijan pada Senin (17/10), setelah bentrokan bulan lalu yang menewaskan ratusan tentara di kedua belah pihak.

Tim yang terdiri dari 40 ahli itu telah tiba di Yerevan dan akan segera meluncur untuk melakukan tugas-tugasnya yang bertujuan untuk "membangun kepercayaan" ketika dua negara tetangga Kaukasus itu berusaha mencapai kesepakatan untuk menggambarkan perbatasan mereka.

"Dewan hari ini memutuskan untuk mengerahkan hingga 40 pakar pemantau UE di sepanjang perbatasan internasional Armenia dengan Azerbaijan dengan tujuan memantau, menganalisis, dan melaporkan situasi di kawasan itu," kata pernyataan Dewan Eropa seperti dikutip dari TASS.


Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga menyambut baik misi tersebut dan mencatat bahwa misi tersebut dapat memperkuat kepercayaan (antara Armenia dan Azerbaijan) dan memungkinkan UE untuk lebih mendukung komisi perbatasan yang akan segera bertemu di Brussel.

Uni Eropa menekankan bahwa keputusan untuk membentuk misi pemantauan ke kawasan itu menyusul pertemuan antara para pemimpin Armenia, Azerbaijan, Prancis dan kepala Dewan Eropa di Praha pada 6 Oktober lalu.

Azerbaijan mengambil alih sebagian Nagorno-Karabakh dalam perang tahun 2020 dan merebut kembali tujuh distrik di sekitarnya yang telah diduduki oleh orang-orang Armenia sejak tahun 1990-an. Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin mengharuskan kedua belah pihak untuk menyepakati perbatasan mereka dan membuka rute transportasi, tetapi sejauh ini, sedikit kemajuan yang telah dibuat.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya