Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago/Net

Politik

Nasdem Ingatkan Pemerintah Tidak Gagap Antisipasi Varian Baru XBB

SELASA, 18 OKTOBER 2022 | 01:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

RMOL. Muncul subvarian baru dari Covid-19 Omicron bernama XBB. Subvarian ini sudah ditemukan di sejumlah negara salah satunya Singapura. Jenis subvarian ini disebut paling kuat lolos dari vaksin.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago menilai bahwa kemunculan Covid-19 dengan varian baru memang masih menjadi teror bagi semua negara termasuk Indonesia.

Akan tetapi, Irma menyakini ditengah ancaman ini salah satu jalan untuk melawan Covid-19 adalah dengan menerapkan prokes 3 M serta menggalakkan vaksin booster.


"Sampai saat ini varian baru Covid-19 ini memang masih terus menjadi momok, tetapi setelah kita melewati masa pendemi sangat panjang harusnya kita sudah tidak boleh lagi gagap dalam mengantisipasinya dan yanng dibutuhkan saat ini adalah fokus pada vaksinasi booster dan tetap mengambil langkah aktivitas dengan 3M di ruang ruang tertutup (indoor)," kata Irma di Jakarta, Senin (17/10/).

Selain itu, sambung legislator Partai Nasdem ini, vaksin produksi nasional perlu segera didukung penuh penggunaannya dengan demikian Pemerintah tidak perlu lagi bergantung pada vaksin impor.

Namun demikian, Irma juga mengingatkan kepada Pemerintah untuk tetap memberikan informasi apapun terkait masalah Covid-19 ke publik. Agar publik juga dapat mawas diri serta menjaga setiap kesehatan dari ancaman Covid-19.

"Yang penting informasi pemerintah pada publik tentang perkembangan munculnya varian baru harus selalu dilakukan, karena dengan demikian publik akan selalu waspada dalam menjaga kesehatannya masing-masing," tandas Legislator Dapil Sumsel I ini.

Sekedar informasi, XBB adalah sub-varian Omicron baru, strain BA.2.10. Selain Singapura, virus ini juga telah terdeteksi di negara-negara seperti Australia, Bangladesh, Denmark, India, Jepang, dan AS sejak Agustus 2022.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya