Berita

Pemimpin partai oposisi sayap kiri Prancis La France Insoumise (France Unbowed), Jean-Luc Melenchon dan pemimpin New Ecologic and Social People's Union (NUPES) serta warga yang ikut berpartisipasi dalam protes menuntut pemerintah pada Minggu (16/10)/Net

Dunia

Pekerja Kilang Minyak Banjiri Jalanan Prancis, Tuntut Kenaikan Upah

SENIN, 17 OKTOBER 2022 | 18:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi mogok yang dilakukan para pekerja kilang minyak di Prancis selama berminggu-minggu untuk menuntut kenaikan upah dari pemerintah tak kunjung mendapat respon positif.

Hal tersebut turut berdampak pada kenaikan harga minyak serta barang yang semakin sulit untuk diakses.

Ribuan warga yang frustasi dengan keadaan memilih untuk turun ke jalan-jalan Paris dan melakukan unjuk rasa terhadap pemerintah.


Aksi protes dikomandoi oleh pemimpin partai oposisi sayap kiri Prancis La France Insoumise (France Unbowed), Jean-Luc Melenchon dan pemimpin New Ecologic and Social People's Union (NUPES) pada Minggu (16/10).

Melenchon, berbaris bersama pemenang Hadiah Nobel Sastra tahun ini, Annie Ernaux, sambil menyerukan aksi protes terhadap melonjaknya inflasi karena ketidakmampuan pemerintah memerangi perubahan iklim serta memenuhi tuntutan kenaikan upah pekerja.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Gabriel Attal mengatakan koalisi sayap kiri berusaha untuk mengeksploitasi situasi saat ini, ditandai dengan serangan yang sedang berlangsung di pembangkit nuklir EDF utilitas Prancis dan di kilang minyak Prancis.

"Pawai hari ini adalah pawai pendukung yang ingin memblokir negara," tegasnya, seperti dimuat Reuters.

Melenchon mengikuti jejak empat serikat pekerja yang ingin membantu dan melindungi hak mogok pekerja kilang minyak Prancis.

Demonstrasi tersebut mengikuti seruan dari koalisi parlementer NUPES, yang berharap dapat kembali membuka kasus tentang tuduhan kekerasan dalam rumah tangga yang baru-baru ini mengganggu anggota senior.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya