Berita

Gedung Kedutaan China di Kyiv/Net

Dunia

Situasi Ukraina Memburuk, Ratusan Warga China Mulai Mendaftar untuk Dievakuasi

SENIN, 17 OKTOBER 2022 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah situasi keamanan yang tidak menentu, sejumlah warga negara China di Ukraina mulai mendaftar untuk dievakuasi dari negara itu.

Kementerian Luar Negeri China pada pekan lalu telah mendesak warganya masih berada di Ukraina untuk segera pergi meninggalkan negara yang sedang berkonflik dengan tetangganya, Rusia.

Pada Maret lalu, di awal-awal konflik Moskow dan Kyiv, China melakukan evakuasi besar-besaran terhadap sekitar 6.000 warganya.


Global Times melaporkan, hingga Minggu (16/10) telah ada 161 orang telah mendaftar pada formulir yang dikirim kedutaan untuk evakuasi kolektif, sementara 27 orang lainnya terdaftar pada formulir untuk melakukan evakuasi mandiri.

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mengingat situasi keamanan yang parah di Ukraina, pihaknya meminta warga negara China yang masih berada di negara itu untuk memperkuat tindakan pencegahan keamanan dan mengevakuasi negara tersebut.

"Kedutaan China akan membantu organisasi evakuasi bagi mereka yang membutuhkan," kata pemberitahuan itu, sambil mendesak mereka untuk mendaftarkan informasi pribadi mereka ke kedutaan sesegera mungkin.

Panggilan resmi China pada warganya datang ketika konflik Rusia-Ukraina terus meningkat setelah serangan di Jembatan Krimea awal bulan ini, yang memicu tanggapan keras dari Rusia, termasuk serangan rudal di kota-kota Ukraina.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya