Berita

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar saat safri ke Ponpes tertua di Pandeglang, Sabtu (15/10)/RMOL

Politik

Cak Imin Minta Pemerintah Perhatikan Masa Depan Santri

MINGGU, 16 OKTOBER 2022 | 23:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menggelar safari dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022.

Safari diawali  dari salah satu pondok pesantren tertua di Pandeglang, Banten Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Menes, Pandeglang, Sabtu (15/10).

Cak Imin yang juga Panglima Santri Nusantara dalam sambutannya menyatakan, HSN yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum tepat untuk menumbuh kembangkan semangat santri dalam mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di berbagai bidang.


Ia menyatakan, tak kurang dari 5 juta santri di 28.000 pesantren seluruh Indonesia adalah generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan dukungan dan fasilitas dari negara.

"HSN 22 Oktober adalah semangat dari pesantren dan santri yang hari ini jumlahnya tidak kurang dari 5 juta santri di 28 ribu pesantren. Mereka ini adalah masa depan kita. Mereka harus terus mendapatkan dukungan dan dorongan dan fasilitas dari pemerintah dari negara dari APBN," kata Cak Imin dalam keterangannya, Sabtu (15/10).

Tak hanya bagi para santri, cicit salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini menyatakan bahwa alumni pesantren juga punya potensi besar sehingga perlu mendapat perhatian dari negara, sebab mereka adalah energi bangsa.

Di sisi lain, Cak Imin mengutarakan dua pesan terkait peringatan HSN 2022 kali ini. Pertama, Indonesia punya potensi bonus demografi yang sangat besar. Ia menyatakan kaum muda merupakan kekuatan yang punya potensi besar di berbagai bidang.

"Dan santri juga pesantren selain berperan di pendidikan, juga menjadi kekuatan ekonomi sektor informal, ekonomi menengah di setiap pesantren," tuturnya.

Atas dasar itu, Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini berujar, HSN harus dijadikan momentum agar para santri tidak hanya menguasai satu disiplin ilmu seperti agama, tapi juga teknik, kedokteran, dan semua profesi lainnya.

"Kedua, kita semua harus menitipkan masa depan bangsa ini kepada keluarga besar pesantren yang didalamnya ada pengikutnya, ada masyarakat di sekitarnya," terangnya.

Sementara itu, Ketum Pengurus Besar (BP) Malnu Pusat Menes KH. Tubagus Hamdi Ma'ani mengaku bangga sekaligus bersyukur pesantrennya menjadi titik awal safari Gus Muhaimin. Kebanggan tersebut menurutnya juga dirasakan oleh ribuan santri Malnu yang turut hadir di kesempatan tersebut.

"Saking cintanya kepada Gus Muhaimin saya berdiri dan bicara atasnama shohibul bait selamat datang kepada bapak ibu semuanya di Malnu, semoga apa yang kita harapkan diijabah Allah," kata Kiai Hamdi.

Kiai Hamdi berujar, pesantren dan santri ownernya Republik. Menurutnya Indonesia tidak mungkin bisa berdiri tegak hingga saat ini tanpa santri dan ulama.

"Maka wahai para santri, jangan berkecil hati anda semua, sekarang santri besok anda bisa jadi Anggota DPR, tapi anggota DPR yang peduli pesantren," demikian Kiai Hamdi.

Safari Gus Muhaimin akan diselenggarakan hingga puncak peringatan HSN 2022 pada 22 Oktober mendatang. Setelah dari Malnu, Gus Muhaimin yang hadir didampingi elite PKB serta anggota DPR RI Fraksi PKB akan melanjutkan safari ke Tangerang, Bogor, Kebumen, dan Surabaya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya