Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tolak Kekerasan pada Etnis Hazara, Kampanye #StopHazaraGenocide Ramai di Media Sosial

MINGGU, 16 OKTOBER 2022 | 06:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perhatian dunia kembali menyoroti negara Afghanistan setelah kampanye anti-kekerasan terhadap komunitas Hazara dengan tagar #StopHazaraGenocide berhasil mengumpulkan lebih dari 10 juta tweet di Twitter pada Sabtu (15/10).

Kampanye tersebut awalnya dimulai oleh seorang pengguna media sosial yang memprotes serangan berdarah di pusat pendidikan Kaaj dan kekejaman yang berulang kali dilakukan terhadap komunitas Hazara di Afghanistan.

Dimuat ANI News, tagar #StopHazaraGenocide, telah menjadi salah satu tren di Afghanistan. Kemudian berubah menjadi lebih panas di Twitter setelah miliaran orang membaca, 16 juta berkomentar, dan lebih dari 10 juta tweet terkumpul.
 

 
Respon yang begitu massif dari pengguna Twitter telah menyiratkan bahwa tagar dan protes global yang menyerukan diakhirinya genosida terhadap orang-orang Hazara sangat diperlukan untuk menyatukan orang-orang Afghanistan sebagai sebuah bangsa.

Tak hanya di Twitter, aksi protes pada serangan teroris yang menewaskan lebih dari 54 siswa dan kebanyakan perempuan, di pusat pendidikan Kaaj, Kabul juga dilakukan di seluruh dunia. Mulai dari Sydney, Australia, dan kemudian menyebar ke lebih dari 100 kota.

Tindak penganiayaan dan kekerasan terhadap etnis minoritas Hazara Syiah telah berlangsung lebih dari satu abad. Tetapi semakin menjadi-jadi setelah Afghanistan berada di bawah kekuasaan Taliban, yang kerap menargetkan rumah ibadah dan tempat umum mereka.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya