Berita

Parlemen Irak/Net

Dunia

Baru Dilantik, Presiden Irak Abdul Lateef Rasheed Langsung Tunjuk Mohammed Shia Al Sudani sebagai Perdana Menteri

JUMAT, 14 OKTOBER 2022 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah lama terjadi perselisihan tentang siapa yang akan menjadi presiden dan perdana menteri berikutnya, Parlemen Irak akhirnya memilih Abdul Lateef Rasheed sebagai Presiden pada Kamis (13/10) waktu setempat.

Mantan menteri sumber daya air itu langsung dilantik segera setelah pemungutan suara, di mana ia mengalahkan petahana Barham Salih dengan 162 suara.

Setelah pemilihannya, Rashid menunjuk Muhammad Shiaa Al-Sudani sebagai Perdana Menteri dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru. Al Sudani mempunyai waktu 30 hari untuk menyerahkan susunan kabinetnya ke parlemen untuk disetujui.


Perdana Menteri sementara Mustafa Al Kadhimi mengeluarkan pesan ucapan selamat kepada Rasheed dan Al Sudani dan menyerukan semua kelompok politik untuk memberi mereka dukungan.

"Semoga Al Sudani sukses dalam tugas membentuk pemerintahan, untuk mencapai aspirasi rakyat kita yang terhormat," kata Al Khadimi, seperti dikutip dari AFP.

Al Sudani telah memenangkan tiga masa jabatan di Parlemen sejak 2014. Dia memulai karir politiknya sebagai anggota Partai Dawa Syiah dan mencalonkan diri dalam pemilihan dengan Koalisi Negara Hukum yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Nouri Al Maliki.

Ia juga pernah menjabat sebagai menteri hak asasi manusia dari 2010 hingga 2014 dan menteri tenaga kerja dan sosial dari 2014 hingga 2018. Ia pun sempat bekerja sebagai penjabat untuk beberapa kementerian selama dua masa jabatan Al Maliki dari 2006 hingga 2014.

Pada tahun 2021, Al Sudani mendirikan Gerakan Al Foratyen tetapi tetap menjalin hubungan dekat dengan Al Maliki.

Dia berasal dari suku terkenal di provinsi selatan Maysan, di mana dia menjabat sebagai anggota dewan provinsi antara 2004 dan 2009, dan gubernur provinsi selama satu tahun.

Selama berbulan-bulan, saingan politik Irak telah berselisih mengenai siapa yang harus menjadi perdana menteri berikutnya dan presiden negara berikutnya – serta bagaimana berbagi jabatan pemerintah.

Jabatan Perdana Menteri disediakan untuk komunitas mayoritas Syiah, menurut kesepakatan tidak resmi antara partai politik setelah Saddam Hussein digulingkan dalam invasi pimpinan AS tahun 2003. Jabatan pemerintah lainnya dibagi di antara partai-partai politik berdasarkan latar belakang agama dan etnis mereka.

Sementara itu ketua parlemen harus seorang Sunni dan sebagian besar jabatan seremonial Presiden disediakan untuk orang Kurdi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya