Berita

Jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat/Net

Dunia

Biden Setuju Jual F-16 ke Pakistan, Pengamat: Keputusan yang Bodoh

RABU, 12 OKTOBER 2022 | 15:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan Amerika Serikat untuk menjual pesawat tempur F-16 seharga Rp 6,9 triliun ke Pakistan tetap dinilai sebagai keputusan bodoh karena akan kembali mengancam keamanan nasionalnya sendiri.

Seorang peneliti senior dari American Enterprise Institute, Michael Rubin berpendapat, meskipun Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dua minggu lalu bersikeras menjual F-16 untuk membantu Pakistan memerangi kelompok teroris, tetapi nyatanya ada masalah lain yang harus kembali dipertimbangkan.

Ditulis Rubin, artikel di situs web Washington Exeminer pada Rabu (12/10) menyebut beberapa hal yang mungkin terjadi jika keputusan penjualan benar-benar dilakukan.


Pertama, Pakistan sangat mungkin menggunakan pesawat tempur untuk melawan warganya sendiri di Balochistan, tempat di mana banyak pemberontakan tingkat rendah beroperasi.

"Serangan Islamabad untuk menargetkan warganya sendiri menggunakan alat dari AS, akan berisiko menjadi pukulan balik bagi Washington," kata Rubin.

Kedua, meskipun Blinken berupaya menolong militer Pakistan dan ribuan warga dari gerakan teroris dalam negeri, tetapi Badan Intelijen Antar-Layanan Pakistan (ISI) justru terus membiayai, memperlengkapi, dan mendorong kelompok-kelompok teroris.

"AS harus mengabaikan narasi korban Pakistan hingga Pakistan dapat menghentikan para pemimpin ISI karena pengkhianatan dan kerusakan yang telah mereka lakukan dengan mendukung gerakan ekstremis," jelasnya.

Ketiga, yang tak kalah penting adalah kemungkinan bahwa Pakistan akan menggunakan F-16 untuk berlatih dengan angkatan udara China. Ini memungkinkan musuh AS dapat belajar dan menyesuaikan taktik mereka untuk menghadapi senjata tersebut.

"Ini akan mengancam keamanan AS. Pakistan dan China telah berulang kali mengadakan latihan perang angkatan udara bersama. Beberapa di antaranya termasuk JF-17 Thunder dan F-7 Chengdu buatan China," tegas Rubin.

Terakhir, janji Pakistan hingga saat ini belum bisa dipegang. Terlihat dari bagaimana Islamabad mangkir dari janji untuk tidak melindungi Al Qaeda atau mempersenjatai dan mendanai Taliban.

"Pengingkaran juga berulang kali terlihat ketika Pakistan mengizinkan China untuk mengakses teknologi AS sehingga perusahaan Beijing dapat menduplikasinya," tambah dia.

Menurut Rubin, Presiden Joe Biden dan Blinken berulang kali mengejar kebijakan yang bisa dibilang merusak keamanan nasional sendiri demi angan-angan diplomatik.  

"Melihat bagaimana masalah yang dijelaskan sebelumnya, Kongres harusnya segera membanting pintu penjualan senjata ke Pakistan," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya