Berita

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Sudah Komunikasi ke Elite Nasdem, PKS hingga PDIP, Ketum Golkar: KIB Perkuat Solidaritas

SELASA, 11 OKTOBER 2022 | 00:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komunikasi politik yang dilakukan pimpinan partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dipastikan untuk memperkuat solidaritas dalam membangun bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dalam talkshow XYZ+ Agency bertajuk "Airlangga Melalui KIB: Game Changer 2022" yang diselenggarakan virtual pada Senin (10/10).

"Pertama, politik di Indonesia itu memerlukan kerjasama antara partai politik, terutama tentu di agenda-agenda pemilu di tahun 2024," ujar Airlangga.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menuturkan, Partai Golkar telah memiliki pengalaman mengikuti pembentukan koalisi di menit-menit akhir jelang pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sejak Pemilu 2004, hingga 2019.

Namun dia melihat hasilnya justru tidak memunculkan satu semangat yang seharusnya terbangun oleh koalisi tersebut.

"Itu tidak diikuti dengan solidaritas dari koalisi itu sendiri, sehingga tidak optimal untuk partai-partai politik yang masih di dalam koalisi itu sendiri," tuturnya.

Maka dari itu Airlangga menegaskah, pembentukan KIB yang dilakukan dari jauh-jauh hari sebelum tahapan Pemilu Serentak 2024 adalah dimaksudkan untuk memperkuat solidaritas di antara semua parpol yang akan tergabung dalam koalisi nanti.

Hal tersebut, lanjut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, bisa dilihat publik dari komunikasi-komunikasi yang dilakukan Partai Golkar dengan parpol-parpol lain yang telah duduk di parlemen, tanpa terkecuali dengan mereka yang notabene tidak tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini.

"Jadi komunikasi dengan partai politik termasuk dengan ketua-ketua umum dan kemarin dengan Ibu Puan juga tentu beliau mempunyai mandat untuk berkomunikasi dengan partai politik," urainya.

"Bagi Ibu Puan ini roadshow yang keempat. Bagi Golkar, kita sudah lebih dahulu berkomunikasi dengan pimpinan partai lain termasuk Gerindra, termasuk Pak Surya Paloh (Nasdem) kemudian juga dengan Pak AHY (Demokrat) dan tokoh-tokoh parpol yang lain, termasuk dengan teman-teman di PKS," sambung Airlangga.

Oleh karena itu, mantan Menteri Perindustrian ini menyatakan bahwa semangat Golkar yang tergabung di dalam KIB adalah memastikan kerja-kerja kepemimpinan Indonesia bisa berkelanjutan dengan pemimpin selanjutnya.

"Kita harus menyukseskan kepemimpinan dan pembangunan Bapak Presiden Jokowi sampai tahun 2024. Dan ini harus kita kawal bersama, apalagi KIB seluruhnya berada di pemerintah, dan PDIP ada di pemerintahan," ucapnya.

"Sehingga ini kita dorong untuk memperkuat solidaritas," demikian Airlangga menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya