Berita

Protes Mahsa Amini di Iran/Net

Dunia

Protes Kematian Mahsa Amini Terus Berlanjut, 19 Anak Meninggal

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 13:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi unjuk rasa ribuan warga Iran terus berlanjut hingga Minggu (9/10). Protes besar-besaran tersebut dipicu oleh kematian Mahsa Amini yang ditahan polisi moral karena berpakaian tidak pantas di negara Republik Islam Iran.

Protes anti-pemerintah yang dimulai sejak 17 September lalu, berujung pada kerusuhan setelah bentrokan warga dengan petugas keamanan Iran yang menyebabkan ratusan kematian dan korban luka.

"Setidaknya ada 185 orang, termasuk 19 anak-anak, tewas dalam protes nasional di seluruh Iran. Jumlah pembunuhan tertinggi terjadi di provinsi Sistan dan Baluchistan," kata kelompok HAM Iran yang berbasis di Norwegia seperti dimuat Reuters.


Otoritas Iran mengklaim bahwa protes dalam jumlah besar tersebut merupakan rencana yang disusun oleh musuh Teheran, termasuk Amerika Serikat. Pemerintah juga menuduh Barat mempersenjatai para pengunjuk rasa hingga menewaskan 20 anggota pasukan keamanan.

Sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter, Mamlekate, menunjukkan pasukan keamanan mengejar puluhan gadis sekolah di kota Bandar Abbas. Unggahan tersebut juga mengatakan toko-toko telah ditutup di beberapa kota setelah para aktivis menyerukan pemogokan massal.

Kematian Mahsa Amini di dalam penjara telah menimbulkan banyak kecurigaan. Gadis berusia 22 tahun  itu ditangkap oleh kepolisian moral pada 13 September. Selama dalam tahanan, kondisinya melemah hingga harus di rujuk ke rumah sakit. Namun tiga hari kemudian dia meninggal dunia.

Pihak berwenang mengklaim Amini meninggal karena penyakit yang diidap sebelumnya. Tetapi ayah Amini tetap meminta pertanggungjawaban karena dokter yang menanganinya percaya korban telah memperoleh kekerasan di dalam tahanan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya