Identitas korban ledakan jembatan di atas Selat Kerch akhirnya terungkap. Di antara yang tewas, merela adalah sepasang suami istri yang berasal dari Saint Petersburg, di mana keduanya bekerja sebagai pemandu wisata dan sejarawan.
Media Rusia Mash melaporkan pada Minggu (9/10), bahwa pasangan suami istri itu bepergian ke Krimea untuk syuting film dokumenter tentang kaisar Rusia terakhir.
"Para korban serangan itu adalah Eduard (53) dan Zoya (33) yang merupakan suami-istri," tulis Mash.
Zoya adalah seorang sejarawan dan jurnalis profesional, sementara Eduard berspesialisasi dalam sejarah dan arsitektur St. Petersburg.
Suami istri itu membuat dua saluran YouTube pada tahun 2020, di mana mereka mulai menerbitkan film dokumenter. Saluran saat ini hanya menampilkan seri tentang kaisar Rusia terakhir, Nikolai II, dan keluarganya berjudul: 'The Last Romanovs. The fall of the empire.’
Eduard dan Zoya dilaporkan berencana untuk syuting bagian lain dari film dokumenter mereka di Krimea ketika mereka berangkat ke semenanjung, lapor Mash.
Menurut laporan, mereka berusaha untuk mengunjungi Istana Livadia, bekas tempat peristirahatan musim panas Nikolai II, yang juga menjadi tuan rumah Konferensi Yalta yang mempertemukan Joseph Stalin, Winston Churchill, dan Franklin Roosevelt pada tahun 1945.
"Pasangan itu bepergian bersama dengan seorang teman dari Moskow, seorang hakim yang diidentifikasi sebagai Sergey, yang juga memiliki sebuah rumah di Krimea, di mana teman-teman telah merencanakan untuk tinggal selama sebulan," kata Mash, mengklaim bahwa ada juga orang keempat di dalam mobil mereka, seorang pria yang hanya diidentifikasi sebagai Gleb.
Outlet media mengklaim bahwa jumlah korban dengan demikian bisa menjadi lima, karena itu juga termasuk pengemudi truk. Namun, pihak berwenang Rusia hanya melaporkan menemukan mayat seorang pria dan seorang wanita di tempat kejadian, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada hari Minggu, kepala Komite Investigasi Rusia, Aleksandr Bastrykin, mengatakan bahwa tindakan teroris yang menargetkan jembatan itu telah direncanakan dan dilakukan oleh intelijen Ukraina dengan bantuan beberapa warga negara Rusia dan asing.
"Layanan Keamanan Federal Rusia telah mengidentifikasi tersangka dalam kasus tersebut," kata Bastrykin, tanpa mengungkapkan identitas apa pun.
Sebelumnya, Mash dan saluran Telegram bernama Baza melaporkan bahwa truk yang meledak adalah milik seorang warga negara Rusia yang diidentifikasi sebagai Samir Yusubov tetapi sebenarnya digunakan oleh kerabatnya bernama Makhir.
Menurut media, Makhir sedang mengemudikan kendaraan ketika meledak. Pejabat Rusia tidak membenarkan atau menyangkal informasi ini.
Serangan itu menyebabkan runtuhnya sebagian jembatan jalan raya dan melihat tujuh tangki bahan bakar sebuah kereta api menuju Krimea melalui jembatan kereta api terdekat terbakar.