Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, di kawasan Monas, Jakarta/Net

Politik

Jika Airlangga-Puan Berpasangan, Niat Kandidat Pas-pasan untuk Bertarung di Pilpres 2024 Langsung Surut

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 08:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, pada Sabtu kemarin (8/10), memunculkan berbagai spekulasi terkait kerja sama dua partai besar itu pada Pemilu 2024.

Bahkan, seandainya Airlangga dan Puan bersatu, maka akan menjadi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang mampu menyurutkan niat kandidat pas-pasan untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, pasangan Airlangga-Puan merupakan pasangan yang lebih realistis.


"Selain parpol pengusungnya jelas memenuhi ambang batas, juga akan mengancam dan menyurutkan kandidat pas-pasan untuk dapat bertarung dengan Airlangga-Puan," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/10).

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini melihat kandidat lainnya akan mudah terpental kalau Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar dan Ketua DPP PDI Perjuangan itu resmi berkoalisi.

"Kandidat lainnya seperti Prabowo bahkan Anies yang belum jelas koalisinya akan berpikir beribu-ribu kali untuk melawan pasangan Airlangga-Puan," tegas Saiful.

Lebih jauh, Saiful bahkan menilai tokoh seperti Prabowo Subianto yang tidak ingin mengulangi kekalahan untuk ketiga kalinya, sangat mungkin akan bergabung jika Airlangga-Puan berpasangan.

"Selain mematahkan kesempatan pasangan capres, juga akan menyurutkan kandidat pasangan calon untuk bertarung, mereka lebih cenderung bergabung dengan pasangan Airlangga-Puan," pungkas Saiful.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya