Berita

Pengamat militer, Connie Rahakundinie Bakrie usai menjadi narasumber di acara yang digelar PDIP/RMOL

Politik

Pengamat Militer Sarankan TNI Ganti Nama jadi Angkatan Perang

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 02:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta diganti namanya menjadi Angkatan Perang RI. Tujuannya, untuk menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global yang saat ini bisa mempengaruhi pertahanan negara.

Usulan itu disampaikan pengamat militer Connie Rahakundinie Bakrie, dalam acara Talkshow HUT ke 77, TNI adalah Kita. Sejarah, Kepeloporan dan Desain Masa Depan TNI yang digelar DPP PDI Perjuangan, Minggu (9/10).

Connie Bakrie mengaku setuju bahwa TNI punya tugas operasional non perang. Namun demikian, ia menilai hal itu bukan hanya dengan membantu Polri.


Dia menyarankan mengubah postur pertahanan ke outward looking defence. Connie pun memuji era kepemimpinan Megawati yang saat memimpin pemerintahan memberikan perhatian ke alutsista TNI dengan menaikkan anggaran secara signifikan.

"Saya berharap nama TNI diubah kembali menjadi Angkatan Perang RI, karena TNI dan Angkatan Perang beda. Karena tantangan ke depan geopolitik itu nyata adanya," kata Connie.

Meski dia mengatakan bahwa tidak mudah membawa misi pertahanan. Angkatan perang ini bisa fokus kerjanya dengan perannya sebagai penjaga pertahanan negara di tengah perang yang terjadi.

"Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi telah mencanangkan suatu yang sangat penting, visi poros maritim dunia. Harus jadi negara yang poros maritim, poros dirgantara dan poros permukaan," ucapnya.

"Bedanya AD dengan dua angkatan lain adalah AD adalah manusia yang dipersenjatai, kalau AU dan AL adalah Alutsista yang diawaki. Tidak mungkin AU dan AL diharapkan jadi besar, kalau Alutsista tidak dibeli,” demikian Connie.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya