Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Prancis Murka, Warganya Dipaksa Mengaku Jadi Mata-mata dan Disiarkan di Televisi Iran

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 15:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis dibuat murka oleh Pemerintah Iran dan menuduh rezim negara itu menyandera dua warganya setelah Teheran menyiarkan rekaman video saat kedua warganya membuat pengakuan paksa sebagai mata-mata.

Pejabat serikat guru sekolah Prancis Cecile Kohler dan rekannya Jacques Paris ditangkap pada Mei lalu atas tuduhan mengobarkan ketidakamanan di Iran. Prancis mengutuk penangkapan itu dan menuntut pembebasan segera mereka.

Dalam rekaman TV yang disiarkan Kamis (6/10), Kohler mengaku menjadi agen dinas intelijen eksternal Prancis, di Iran untuk mempersiapkan landasan bagi revolusi dan penggulingan rezim Islam Iran.


Video itu kemudian memicu kemarahan di Prancis.

"Pementasan dugaan pengakuan mereka keterlaluan, mengerikan, tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional," kata juru bicara kementerian luar negeri Anne-Claire Legendre, seperti dikutip dari AFP, Jumat (7/10).

“Ini mengungkapkan penghinaan terhadap martabat manusia yang menjadi ciri otoritas Iran. Pengakuan yang diduga diambil di bawah paksaan ini tidak memiliki dasar, juga tidak ada alasan yang diberikan untuk penangkapan sewenang-wenang mereka," lanjut Legendre.

Penampilan pasangan Prancis di TV ini bertepatan dengan protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu di Iran atas kematian Mahsa Amini, gadis 22 tahun yang meninggal setelah ditahan polisi moral karena dianggap melanggar aturan berjilbab.

Itu juga terjadi sehari setelah debat di senat Prancis di mana semua partai politik mengutuk tindakan keras Iran terhadap protes.

Kelompok hak asasi mengatakan media pemerintah Iran menyiarkan lebih dari 350 pengakuan paksa antara 2010 dan 2020. Empat warga negara Prancis dipenjara di Iran.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya