Berita

Anggota pasukan keamanan Myanmar berjaga di sebuah jalan di Yangon pada 19 Juli 2022/Net

Dunia

Terlibat Pendanaan Kudeta, Tiga Warga Negara Myanmar Dihukum Sanksi AS

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap tiga warga negara Myanmar dan sebuah perusahaan. Sanksi diberlakukan atas keterlibatan mereka membantu junta militer melalukan kudeta terhadap Aung San Suu Kyi awal tahun lalu.

Departemen Keuangan mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis (6/10), bahwa sanksi dijatuhkan kepada pengusaha Myanmar Aung Moe Myint, putra seorang perwira militer yang dikatakan memfasilitasi pembelian senjata, serta perusahaan yang ia dirikan, Dynasty International Company Limited, dan dua direkturnya.

Departemen Keuangan dalam pernyataannya pada Kamis (7/10) mengatakan bahwa Aung Moe Myint, yang sudah berada di bawah sanksi Uni Eropa dan Inggris, menggunakan perusahaan itu untuk memfasilitasi pengadaan berbagai senjata, persenjataan, rudal, dan pesawat terbang, serta suku cadang pesawat, untuk militer Myanmar.


Tindakan itu membekukan aset AS apa pun dari mereka yang ditunjuk dan umumnya melarang warga Amerika berurusan dengan mereka.

“Hari ini kami menargetkan jaringan pendukung dan pencatut perang yang memungkinkan pengadaan senjata untuk rezim militer Burma,” kata Brian Nelson, wakil menteri keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (7/10).

“Perbendaharaan akan terus mengambil tindakan untuk menurunkan kemampuan militer Burma untuk melakukan tindakan kekerasan brutal terhadap rakyat Burma,” kata Nelson.

Departemen Luar Negeri juga melarang mantan kepala polisi Myanmar dan wakil menteri dalam negeri Than Hlaing melakukan perjalanan ke Amerika Serikat karena keterlibatannya dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Departemen Keuangan, secara khusus mengutip pembunuhan di luar hukum terhadap pengunjuk rasa damai pada Februari 2021.

Negara-negara Barat telah mengeluarkan banyak putaran sanksi terhadap militer dan bisnisnya sejak kudeta. Namun, upaya mengisolasi junta telah gagal menghentikan pergeseran ke dalam apa yang disebut utusan AS sebagai perang saudara.

Sanksi, termasuk yang dikeluarkan pada Kamis, gagal menargetkan penjualan gas Myanmar.  Gas Myanmar adalah sumber pendapatan asing terbesar militer, sebuah langkah yang menurut pasukan anti-junta dan pembela hak asasi manusia dapat mempengaruhi perilaku militer.

“Kebijakan sanksi AS saat ini terhadap Myanmar tidak berhasil,” kata John Sifton, direktur advokasi Asia untuk Human Rights Watch.

"Ini seperti memberikan setengah dosis obat dan kemudian berharap itu akan bekerja seperti dosis penuh," ujarnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya