Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh/Net

Politik

Keputusan Nasdem Dukung Anies Capres Jadi Daya Kejut, Bikin Parpol Lain Berlomba Cari Lawan Sebanding

JUMAT, 07 OKTOBER 2022 | 07:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Nasdem dianggap merubah peta perpolitikan setelah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres). Hal itu membuat partai politik (parpol) lain harus berpikir dan berlomba-lomba mencari lawan yang sebanding.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam berpendapat dukungan Nasdem terhadap Anies akan totalistas. Surya Paloh sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem diyakini sudah berpikir strategis dalam pencalonan Anies.

"Tentu keputusan yang diambil Nasdem menjadi daya kejut bagi parpol lain, selain elektabilitas dan kapasitas Anies yang mumpuni, juga partai-partai lain akan berlomba-lomba mencari lawan sebanding Anies," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/10).


Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, Nasdem akan menawarkan solusi bagi bangsa di tengah ancaman berbagai krisis multidimensi. Bahkan, parpol lain juga ingin mempertahankan eksistensinya untuk dapat berlaga pada kesempatan berikutnya, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali memilih memberikan dukungan kepada kandidat potensial yang akan mampu mengangkat citra partai.

"Tawaran Nasdem kepada partai lain sangat mudah, karena Nasdem boleh dikata pegang kartu kendali kandidat potensial, sehingga peluang bagi Nasdem sangat signifikan untuk dapat meyakinkan partai lain untuk bergabung bersama dengan koalisi guna mendukung pencapresan Anies," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya