Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Net

Politik

Saiful Anam: Polri Harus Lebih Manusiawi Biar Tidak Kualat Sama Rakyat

RABU, 05 OKTOBER 2022 | 07:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sedang dihadapkan dengan problem pelik belakangan ini, mulai dari kasus mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo hingga tragedi Kanjuruhan.

Melihat rentetean persoalan tersebut, Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai Korps Bhayangkara di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus berbenah.

Setidaknya, kinerja Polri harus lebih manusiawi dalam menghadapi rakyat.


"Polri sudah saatnya introspeksi diri, dengan adanya berbagai macam persoalan yang melibatkan Polri, seharusnya menjadi pemacu bagi Polri untuk terus berbenah," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/10).

Karena kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, Polri yang lebih bijak sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tidak mengedepankan ego pangkat dan kewenangan besar yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

"Polisi yang lebih manusiawi dan kembali kepada humanisme dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat," kata Saiful.

Saiful berharap, jangan sampai Polri kuat oleh rakyat yang merasa terzalimi oleh berbagai macam sikap dan perbuatan yang selama ini mendapatkan sorotan dan perhatian publik.

"Publik tentunya ingin Polri merubah diri menjadi kultur yang lebih manusiawi, sehingga segala apa yang menimpa Polri selalu mendapatkan dukungan dari publik, bukan justru sebaliknya," pungkas Saiful.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya