Berita

Paul-Henri Damiba/Net

Dunia

Tak Becus Atasi Ancaman Jihadis Islam, Pemimpin Burkina Faso Dikudeta

SABTU, 01 OKTOBER 2022 | 10:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi kudeta kembali terjadi di Burkina Faso. Dilaporkan bahwa pemimpin militer yang saat ini menjabat presiden interim, Paul-Henri Damiba, telah digulingkan dari kekuasannya.

Dalam sebuah pernyataan di televisi nasional pada Jumat malam (30/9), pemimpin tentara Burkina Faso, Kapten Ibrahim Traore, mengatakan sekelompok petugas telah memutuskan untuk menyingkirkan Damiba karena ketidakmampuannya menangani pemberontakan Islam yang memburuk.  

Dia mengumumkan bahwa perbatasan ditutup tanpa batas waktu dan bahwa semua kegiatan politik dan masyarakat sipil dihentikan.


Sekitar 15 tentara berseragam muncul di media sesaat sebelum jam 8 malam waktu setempat dan membacakan pernyataan itu.

"Kami telah memutuskan untuk mengambil tanggung jawab kami, didorong oleh satu cita-cita - pemulihan keamanan dan integritas wilayah kami," kata mereka, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (1/10).

Melaporkan dari ibu kota Ouagadougou tak lama setelah pengumuman pengambilalihan, Sophie Lamotte dari FRANCE 24 mengatakan jam malam telah diberlakukan mulai pukul 21:00 hingga 05:00 waktu setempat.

“Jalanan sangat tenang dan ada kehadiran militer yang sangat kuat di ibu kota, terutama di sekitar istana kepresidenan dan markas besar telekomunikasi,” katanya.

Pada  Jumat (30/9), tembakan terdengar di Ouagadougou dan penyiar negara mengudara di tengah kekhawatiran kudeta. Sejumlah tentara terlihat di persimpangan jalan utama kota.

Kekerasan telah lama melanda negara Afrika Barat yang terkurung daratan tempat Damiba mengambil alih kekuasaan dalam kudeta Januari, menggulingkan pemimpin terpilih Roch Marc Christian Kaboré.

Damiba telah berjanji untuk memulihkan pemerintahan sipil dalam waktu dua tahun dan untuk mengalahkan faksi-faksi bersenjata.

Seperti di negara-negara yang berbatasan, pemberontak yang berafiliasi dengan al Qaeda dan kelompok Negara Islam telah memicu kerusuhan.

Ribuan orang tewas dan sekitar dua juta orang mengungsi akibat pertempuran sejak 2015 ketika pemberontakan menyebar ke Burkina Faso, yang sejak itu menjadi pusat kekerasan di Sahel.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, PBB menyuarakan keprihatinan dan meminta ketenangan.

"Burkina Faso membutuhkan perdamaian, membutuhkan stabilitas, dan membutuhkan persatuan untuk memerangi kelompok teroris dan jaringan kriminal yang beroperasi di beberapa bagian negara," kata juru bicara PBB Stéphane Dujarric.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya