Berita

Aksi solidaritas atas kematian Mahsa Amini di Iran/Net

Dunia

Usut Tuntas Penyebab Kematian Mahsa Amini, Iran Bentuk Tim Investigasi Khusus

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2022 | 18:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kematian seorang gadis muda asal Iran, Mahsa Amini, yang meninggal saat ditahan kepolisian moral, telah mengundang banyak perhatian warga dan aktivis HAM internasional.

Insiden tersebut semakin mendunia, setelah gelaran protes simpati Amini di berbagai wilayah, sebagian besar berujung pada kerusuhan antara warga dan aparat hingga memakan puluhan korban jiwa.

Pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian Amini yang dinilai penuh tanda tanya pada 13 September lalu.


Ada indikasi bahwa polisi moral telah melakukan tindak penyiksaan dan pelecehan selama di dalam penjara. Namun semua itu dibantah dengan cepat oleh pihak berwenang dengan menyatakan Amini meninggal karena serangan jantung.

Menanggapi hal tersebut, Preseiden Iran Ebrahim Raisi melalui saluran telepon menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga Amini dan menegaskan bahwa ia telah menugaskan Menteri Dalam Negeri untuk segera melakukan investigasi yang tepat dan akurat.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta yang diterima redaksi pada Jumat (30/9), pemerintah telah membentuk beberapa tim investigasi dan pencari fakta khusus untuk menyelidiki semua aspek dan menemukan kebenaran.

"Tim-tim tersebut dibentuk di berbagai badan dan lembaga Republik Islam Iran antara lain, tim investigasi oleh Menteri Dalam Negeri, tim penyelidikan oleh Jaksa Agung, tim penyelidikan lain yang dibentuk oleh Badan Administrasi Kehakiman Provinsi, tim penyidik yang terdiri dari para ahli yang dibentuk oleh Badan Kepolisian Forensik dan tim pencari fakta yang dibentuk oleh Parlemen Iran," begitu kata kedutaan.

Sejauh ini, Kedubes Iran menyebut tim-tim investigasi telah mulai bekerja sesuai dengan misi dan tujuan masing-masing untuk menghasilkan penyelidikan yang cepat, adil, tidak memihak, efektif dan independen atas insiden kematian Amini.

"Proses penyelidikan tersebut. termasuk penelitian lapangan dan eksperimen ilmiah, meninjau catatan medis, memintai keterangan orang-orang dan pihak-pihak yang relevan serta meninjau rekaman CCTV. Hasil dari investigasi tersebut secara terpisah akan diserahkan kepada otoritas kehakiman Iran," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya