Berita

Kereta Api China-Laos/Net

Dunia

Cegah Potensi Gangguan Keamanan di Kereta Cepat, China dan Laos Latihan Darurat Bersama

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China dan Laos menyelesaikan latihan darurat bersama untuk menanggapi insiden keamanan yang kemungkinan terjadi di Kereta Api China-Laos. Latihan dilakukan di ibu kota Laos, Vientiane, Selasa (27/9) waktu setempat.

Menurut Kedutaan China di Laos, latihan yang mencakup pengujian tanggapan darurat terhadap insiden keamanan, koordinasi,  transmisi informasi, dan kemampuan penanganan darurat, mencapai hasil yang diharapkan.

"Proyek Kereta Api China-Laos adalah bersejarah, ini menghubungkan hati dan menumbuhkan persahabatan juga  memberikan peluang baru untuk pengembangan Laos. Masyarakat dan perusahaan di kawasan itu mendapat manfaat darinya," kata Duta Besar Laos untuk China Khamphao Ernthavanh dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Global Times, Rabu (28/9).


Kereta api dengan jarak sepanjang 1.035 kilometer secara resmi mulai beroperasi pada 2021 ketika kedua negara merayakan ulang tahun ke-60 pembentukan hubungan diplomatik. Ini adalah bagian integral dari kolaborasi Belt and Road Initiative (BRI) yang diusulkan China yang menghubungkan Kunming di Provinsi Yunnan, China Barat Daya, ke ibu kota Laos, Vientiane.

Menurut data resmi, pada 3 September, total nilai pengiriman internasional dari Kereta Api China-Laos telah melebihi 10 miliar yuan (1,45 miliar dolar AS).

Melalui Laos, jalur kereta api tersebut telah merambah ke delapan negara antara lain Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, termasuk Indonesia.

Selain volume angkutan yang meningkat, Kereta Api China-Laos dianggap telah memberikan kontribusi untuk pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut. Itu juga dikatakan telah menawarkan kesempatan pendidikan, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan pendapatan bagi orang-orang di sepanjang jalur tersebut.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, jalur kereta api China-Laos diharapkan meningkatkan pendapatan agregat di Laos hingga 21 persen dalam jangka panjang.

Para ahli mencatat bahwa Kereta Api China-Laos adalah kisah sukses di bawah BRI dan telah menjadi saluran penting bagi kerja sama lintas batas.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya