Berita

Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo atau Uskup Belo/Net

Dunia

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Belo Diduga Pernah Lecehkan Banyak Anak Laki-laki di Timor Leste

RABU, 28 SEPTEMBER 2022 | 14:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nama Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo sudah tidak asing di telinga warga Timor Leste. Selain merupakan pemimpin gereja Katolik, ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh nasional dan mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian bersama Jose Ramos Horta atas upayanya dalam menyelesaikan konflik di Timor Leste.

Baru-baru ini, muncul laporan yang menyebut Uskup Belo telah melakukan pelecehan seksual terhadap laki-laki. Tuduhan ini langsung dilayangkan oleh korban-korban yang mengalami perlakuan tidak senonoh olehnya.

Dimuat De Groene pada Selasa (27/9), salah satu korbannya adalah Paulo, yang saat ini berusia 42 tahun. Paulo mengaku pernah mengalami pelecehan seksual dari Uskup Belo pada tahun 1999.


Setelah menghadiri misa pada Minggu pagi di Dili, Paulo yang masih remaja, sekitar 15-16 tahun, diminta untuk datang ke kediaman Uskup Belo dan mengalami pelecehan. Ia juga mengaku mendapatkan sejumlah uang dari Uskup Belo untuk menutup mulut.

"Saya pikir ini menjijikkan. Saya tidak akan pergi ke sana lagi," ujar Paulo yang enggan memberi identitasnya.

Sejak saat itu, Paulo tidak memberi tahu pengalaman buruk yang ia alami. Namun apa yang dialami oleh Paulo juga dirasakan oleh Roberto, seorang pria yang saat ini berusia 45 tahun. Keduanya juga telah tinggal di luar negeri.

Tidak seperti Paulo, Roberto mengalami beberapa kali pelecehan seksual, berupa pemerkosaan, dari Uskup Belo. Itu terjadi di tengah sulitnya hidup di Timor Leste di bawah kekuasaan Indonesia, sehingga uang yang didapat Roberto dari Uskup Belo cukup menjanjikan.

Bahkan ketika Roberto pindah ke Dili, pelecehan seksual dan eksploitasi seksual pindah ke kediaman uskup di kota. Di sana Roberto mengaku melihat anak-anak yatim piatu tumbuh di kompleks dan anak laki-laki lain yang dipanggil seperti dia.

Menurut Roberto dan Paulo, Uskup Belo mengirim orang dengan mobil untuk membawa anak laki-laki yang diinginkannya ke kediamannya.

"Uskup menyalahgunakan posisi kekuasaannya atas anak laki-laki yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Dia tahu bahwa anak laki-laki tidak punya uang. Jadi ketika dia mengundang Anda, Anda datang dan memberi Anda sejumlah uang. Tapi sementara itu Anda adalah korban. Begitulah cara dia melakukannya," ujar Paulo.

Paulo mengatakan, bungkamnya dirinya lantaran khawatir dan takut dapat berdampak buruk.

Gereja Katolik sendiri sangat dihormati di antara orang-orang di Timor Leste karena membantu orang dan menawarkan perlindungan di tengah kesulitan.

"Jika tuduhan terhadap Belo dipublikasikan, maka akan menghebohkan negara dan merusak perjuangan kemerdekaan," kata Roberto.

Sementara itu, berdasarkan penyelidikan dari De Groene, korban Belo jauh lebih banyak. Sejauh ini, De Groene telah berbicara dengan 20 orang yang mengetahui kasus ini, termasuk pejabat pemerintahan, politisi, pekerja LSM, hingga jemaat gereja.

Lebih separuh dari mereka secara pribadi mengenal korban-korban Belo. Ada juga korban yang tidak mau mengungkap kisah kelam tersebut.

Lahir pada 3 Februari 1948 dari keluarga religius di dusun Wailacama, Timor Leste, Uskup Belo saat ini telah berusia 74 tahun. Ketika dia berusia tiga tahun, ayahnya meninggal dan keluarganya menghadapi kehidupan yang sulit dalam kemiskinan.

Sejauh ini pihak Belo enggan memberikan komentar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya