Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kapal Feri Angkut Umat Hindu ke Kuil Tenggelam di Bangladesh, 32 Orang Meninggal

SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 14:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sedikitnya 32 orang tewas dan beberapa lainnya hilang setelah kapal feri yang membawa umat Hindu ke sebuah kuil untuk perayaan Mahalaya di Bangladesh tenggelam pada Minggu (25/9).

Seperti The Peninsula pada Senin (26/9), pejabat setempat mengatakan tenggelamnya kapal tersebut merupakan bencana perairan terburuk yang melanda Bangladesh dalam satu tahun terakhir.

Menurut laporan dari administrator distrik Panchagarh utara, Jauhurul Islam menyebutkan, 16 jasad wanita dan 10 jasad anak-anak telah ditemukan di tempat kejadian.


"Enam mayat lagi ditemukan pagi ini, sementara para penyelam (sedang) mencari lebih banyak mayat," ujarnya.

Sementara itu, beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai atau sempat diselamatkan. Menurut para penumpang yang selamat, kapal feri tersebut bermuatan lebih dari 70 orang, yang tiba-tiba miring kemudian tenggelam di tengah sungai Karatoya.

Sebuah komite beranggotakan lima orang kini telah menyelidiki insiden tersebut, mereka menduga muatan yang berlebihan menjadi penyebab kapal feri tenggelam. Saat ini pihak berwenang sedang menyusun daftar orang hilang berdasarkan informasi yang diberikan oleh kerabat dan keluarga yang melapor.

Kecelakaan kapal feri kerap kali terjadi di Bangladesh, yang telah menewaskan ratusan orang setiap tahunnya. Bangladesh memiliki perairan pedalaman yang luas namun standar keselamatannya sangat lemah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya