Berita

Ilustrasi BBM/Net

Politik

BLT BBM Dianggap Bentuk Usaha Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2022 | 18:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM dinilai lebih baik dibandingkan saat penyaluran bantuan di masa Covid-19.

Menurut pengamat politik Sirajuddin Abbas, ada perbaikan signifikan terkait percepatan penyaluran BLT BBM.

"Ada usaha keras pemerintah memastikan (BLT) penyaluran cepat dan tepat waktu. Saya kira ini ada keberpihakan pemerintah pada rakyat yang membutuhkan," kata Abbas kepada wartawan, Minggu (25/9).


Ia melihat ada usaha pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo menggerakkan aparatur pemerintah untuk memastikan semua program berjalan cepat dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Ini tentu untuk memastikan layanan pemerintah betul-betul berjalan dengan baik," jelasnya.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM diyakini akan berdampak pada kenaikan harga di beberapa sektor. Adanya bantuan langsung tunai baik untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Arsjad Rasjid berujar, salah satu yang turut terdampak kenaikan BBM adalah perusahaan.

"Produktivitas perusahaan terancam mengalami penurunan, sementara tingkat upah mendesak untuk dinaikkan. Oleh sebab itu, bantuan sosial berupa BLT, BPNT, PKH dan insentif pada UMKM agar dapat memperkecil efek pada penurunan daya beli masyarakat," tambah Arsjad.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya