Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Batalkan Ribuan Penerbangan di Tengah Rumor Kudeta Xi Jinping

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2022 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan telah membatalkan ribuan penerbangan di seluruh negeri karena alasan yang tidak diketahui. Ini terjadi di tengah merebaknya rumor kudeta terhadap Presiden Xi Jinping.

Dari laporan China.com, sebanyak 9.583 penerbangan telah dibatalkan pada Rabu (21/9) pukul 10.35 malam waktu setempat. Itu berarti 59,66 persen penerbangan terjadwal dibatalkan pada hari itu.

“Tiga bandara China, yakni Guiyang Longdongbao, Lhasa Gongga, dan Chengdu Tianfu memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di provinsi Barat. Guiyang Longdongbao memiliki 539 penerbangan yang dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 99 persen. Sedangkan di Lhasa Gongga 157 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 98 persen," menurut laporan media lokal.


Sebanyak 752 penerbangan dibatalkan di bandara Chengdu Tianfu, dengan tingkat pembatalan 87 persen. Pembatalan serupa juga terlihat di bandara lain di negara ini.

Selain itu, seluruh operasi kereta api dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Di media sosial, rumor mengenai kudeta Xi bermunculan. Bahkan Xi disebut berada dalam tahanan rumah setelah petinggi Partai Komunis China (PKC) mencopotnya sebagai kepala Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Rumor menyebut Xi ditahan saat tiba di bandara setelah kembali dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Uzbekistan. Saat ini Xi diyakini ditahan di rumahnya yang berada di Zhongnanhai.

Sejumlah akun juga menyebut terjadi pengerahan kendaraan militer ke Beijing pada 22 September, sehari setelah penerbangan dibatalkan.

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah atau media China terkait rumor-rumor yang beredar.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya