Berita

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar/Net

Politik

Jauh dari Kepentingan Politis, Bahtiar Paling Layak Jadi Pj Gubernur Jakarta

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2022 | 08:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Posisi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta paling cocok diisi Bahtiar, sosok yang kini menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menuturkan, ada beberapa alasan kekosongan gubernur yang akan ditinggal Anies Baswedan itu lebih tepat dilanjutkan Bahtiar.

Pertama, latar belakang Bahtiar birokrat yang tidak punya tendensi kedekatan secara personal dengan elite kekuasaan.


"Ini penting karena menjamin netralitas dalam memimpin DKI Jakarta agar tidak ada celah upaya politik 2024 di kontestasi politik. Sementara tokoh lain yang diajukan, utamanya Heru Budi jelas punya kedekatan personal dengan presiden. Jika Heru membawa kepentingan kedekatan itu, imbasnya bisa politis," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (22/9).

Alasan kedua, Bahtiar adalah alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor. Latar belakang pendidikan ini membawa Bahtiar memahami batasan dalam mengelola sumber daya manusia di DKI Jakarta, meskipun hanya di masa transisi.

"Ini penting agar seluruh sumber daya di DKI Jakarta tetap bekerja sebagaimana seharusnya, tidak dijadikan sebagai alat dukungan politik di 2024, karena Bahtiar tentu tidak miliki kepentingan politis itu," terangnya.

Nama pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 16 Januari 1971 itu mencuat sebagai kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta. Dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD DKI Jakarta yang digelar pada Selasa (13/9) lalu, ia memperoleh dukungan enam suara dari total sembilan fraksi yang ada di DPRD.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya