Berita

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh/Ist

Nusantara

Masih Ada 166 Ribu Warga Prasejahtera di Kabupaten Gresik, Dinsos Dorong Percepatan Validasi Data Masyarakat

RABU, 21 SEPTEMBER 2022 | 00:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jumlah warga kurang mampu (prasejahtera) di Kabupaten Gresik, Jawa Tmur, tercatat sekitar 166 ribu atau 12,42 persen. Angka ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh mengatakan, untuk mengatasi persoalan kemiskinan pihaknya akan melakukan validasi DTKS bagi warga yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan.

"DTKS adalah perpanjangan tangan dari salah satu program prioritas (Nawa Karsa) Bupati dan Wakil Bupati Gresik, dalam pengentasan kemiskinan lewat berbagai macam bantuan. Mulai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) Reguler, BPNT dan PKH, PKH Plus, dan PKH Inklusif," ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (20/9).


"Pembaruan data DTKS, diharapkan nantinya dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik yang dari 12,42 persen menjadi 10,7 persen di tahun 2023 mendatang. Sebab, ada isu strategis luar biasa yang berusaha diselesaikan oleh  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui program prioritas pengentasan kemiskinan," tuturnya.

Untuk memaksimalkan target pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik, lanjut Ummi, pihaknya bakal berkoordinasi dengan berbagai unsur yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Terutama Pemerintah Desa hingga Ketua RW maupun RT.

"Kami berharap hubungan baik antara RT dan RW bisa terjalin dengan baik, karena motor penggerak untuk menuntaskan persoalan kemiskinan dimulai dari desa-desa," paparnya.

"Kemiskinan tidak akan teratasi dengan maksimal, jika unsur terpenting dimasyarakat tidak memberikan memasukan terkait warga disekitar lingkungannya yang masuk kategori miskin. Tujuannya, agar tidak ada kesalahan dalam DTKS terkait qarga yang berhak mendapatkan bantuan," tandas Ummi.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah, menegaskan tujuan awal dari pendataan yang dilakukan adalah sebagai upaya dalam pemerataan kesejahteraan sosial agar tepat sasaran.

"Ini karena semangat kita adalah ingin adanya keadilan dan kesejahteraan masyarakat, para Kades diminta apabila ada bantuan dapat diberikan sesuai sasaran," jelasnya.

Ia berharap ke depan tak lagi terjadi DTKS yang tidak valid, sehingga menimbulkan program yang digagas pemerintah tidak tepat sasaran. Maka, operator perlu diawasi dan didampingi oleh semua pihak agar tidak salah dalam memasukkan data. Karena validasi hanya bisa dilakukan dari desa, kalau sudah masuk pusat tidak mudah diubah lagi.

"Data ini wajib di-update setiap bulan sekali, jangan tiga bulan sekali, karena orang itu tiap bulan berubah," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya