Berita

Prabowo Subianto menyambangi Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian/Ist

Politik

Pertemuan Airlangga dengan Prabowo Bisa Ubah Peta Konstelasi KIB

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 22:08 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertemuan empat mata Airlangga Hartarto dengan Prabowo Subianto menimbulkan tafsir politik.

Meski pertemuan itu dikabarkan membahas isu-isu global, dinamika permasalahan nasional, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kemandirian ekonomi, ketahanan nasional, keamanan namun tidak bisa dilepas dengan realitas politik menjelang Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Action (CISA) Herry Mendrofa menilai, pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertahanan dapat dipastikan bicara soal koalisi politik. Terlebih mereka berdua tercatat punya hubungan dengan partai berlambang beringin.


"Tentunya pasti akan bicara proses 2024 ya, terutama kedua pimpinan ini, baik Airlangga maupun Prabowo kan pernah atau sedang berada di Golkar. Kita tahu Prabowo adalah mantan Golkar dan juga Airlangga adalah kader Golkar. Ini saya kira ketemu korelasinya, sama-sama kader yang lahir dari rahim Golkar," kata Herry kepada wartawan, Selasa (20/9).

Herry menduga pertemuan itu akan memunculkan peluang duet antara Prabowo dan Airlangga dalam Pilpres 2024.

"Itu juga tidak ada yang mustahil. Namanya politik. Dinamika per hari ini pun seperti itu, begitu cair," tambahnya.

Selain itu, pertemuan antara Prabowo dan Airlangga itu juga bisa saja mengubah konstelasi politik yang telah ada selama ini. Seperti diketahui, Golkar berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Sedangkan Gerindra bekerja sama dengan PKB. Saat ini, kondisi internal KIB juga terpengaruh adanya konflik internal di tubuh PPP.

"Iya benar, apalagi di KIB kan per hari ini belum muncul sosok nama yang kuat yang akan diusung. Terus juga di KIB ada sedikit riak-riak yang menggangu dinamika di internal koalisi misalnya PPP. Menurut saya juga akan cukup menganggu komunikasi politik," ujarnya.

Henry memaparkan kondisi dinamis dan penuh kejutan mungkin akan berlanjut hingga Pemilu 2024.

"Publik akan terus disajikan dengan banyak alternatif. Karena selama ini poros-poros itu dibentuk, di-framing oleh media dan lembaga-lembaga survei. Bisa jadi ke depan, di 2024, kita diberikan surprise oleh tokoh-tokoh politik ini," demikian Henry.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya