Berita

Ilustrasi aksi buruh menolak kenaikan harga bbm/RMOL

Politik

Perlawanan Tolak BBM Naik Belum Usai, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Demo Besar-besaran 27 September

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 15:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aksi penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari elemen buruh hingga mahasiswa dipastikan belum surut.

Hal itu ditegaskan Ketua Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) Nining Elitos saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Selasa (20/9).

Nining memastikan, ribuan buruh bersama mahasiswa dan elemen rakyat yang lainnya akan kembali melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan waktu dekat. Sebab, penderitaan rakyat masih terjadi seiring belum diturunkannya harga BBM bersubsidi oleh pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.


“Gebrak akan aksi kembali pada 27 September 2022,” tegasnya.

Nining menuturkan, harga minyak dunia yang sekarang di bawah 90 dolar AS per barel namun pemerintah belum menurunkan harga BBM atau paling tidak mengembalikan ke harga semula pun patut dipertanyakan.

Terlebih, kata dia, subsidi BBM yang ditarik itu bukanlah “pembakaran uang” rakyat sebagaimana diklaim oleh para pejabat. Sebab, para pengguna pertalite yang ditarik subsidinya kebanyakan rakyat kecil.

Alih-alih menurunkan harga BBM bersubsidi, pemerintah justru menggunakan uang rakyat untuk utang dengan bunga tinggi hingga proyek infrastruktur tanpa perhitungan matang.

“Untuk itu, Gebrak akan aksi kembali (menolak kenaikan harga BBM). Mengenai titik aksinya masih dikonsolidasikan,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya