Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

Rapimnas Partai Demokrat, Mujiyono Bocorkan Potensi Koalisi Terkuat

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 14:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah menyepakati Pemilihan Umum (Pemilu) serentak digelar 14 Februari 2024. Meskipun tahapan Pemilu baru saja dimulai, namun saat ini atmosfernya sudah sangat hangat.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono membocorkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2022. Salah satunya, soal potensi koalisi Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.

"Dalam Rapimnas kemarin, Mas AHY (Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/AHY) menyampaikan simulasi peta koalisi untuk Pemilu 2024 mendatang. Hasilnya, Demokrat jika bersama Nasdem dan PKS akan menjadi koalisi terkuat," ujar Mujiyono di lokasi, Jum'at (16/9).


Menurutnya, simulasi koalisi Demokrat-Nasdem-PKS berpotensi mencapai 28,5 persen kursi di DPR atau dengan kekuatan 163 kursi yang bisa menjadi kekuatan terbesar.

Kondisi ini, ungkapnya, memungkinkan peluang kuat pasangan yang diusung koalisi Demokrat-Nasdem-PKS akan jadi pemenang pilpres 2024.

Selanjutnya, simulasi koalisi Golkar-PAN-PPP memperoleh kekuatan 25,87 persen dengan jumlah kursi 148 di DPR. Namun, ucapnya, koalisi ini belum terlihat jelas siapa sosok pasangan yang akan diusung untuk Pilpres 2024 nanti.

Sementara untuk simulasi koalisi Gerindra dan PKB hanya mendapat 23,25 persen dengan 136 kursi di DPR. Sosok pasangan Capres/Cawapres yang terlihat dari koalisi ini, kata Mujiyono, tentu masing-masing ketua umumnya.

Terakhir adalah PDIP dengan suara 22,38 persen atau memiliki 128 kursi di DPR. Dalam simulasi ini, tegas Mujiyono, PDIP menjadi yang terlemah bahkan berpotensi ditinggalkan rakyat dengan kebijakan pemerintah selama 10 tahun ke belakang yang tidak pro rakyat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya