Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Dituding Tidak Jujur dan Tutupi Asal-usul Covid-19

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika selama ini China yang dituduh menghalang-halangi penyelidikan asal-usul Covid-19, kini tudingan serupa diarahkan ke Washington.

RT melaporkan,  dokumen yang diterbitkan pada Rabu (15/9) oleh jurnal medis yang berbasis di Inggris, Lancet, mengungkapkan bahwa AS telah mencegah penelitian independen tentang asal-usul virus yang telah memicu pandemi global Covid-19.

Pihak berwenang AS dikatakan telah melarang para peneliti mengakses laboratorium yang relevan dan menolak untuk mengungkapkan informasi lengkap tentang studi AS tentang virus dan kemungkinan manipulasi gennya.


“Peneliti independen belum menyelidiki laboratorium AS yang terlibat dalam manipulasi laboratorium virus mirip SARS-CoV,” kata laporan itu sambil membahas potensi asal-usul infeksi Covid-19.

"Mereka juga tidak mendapatkan akses ke penelitian yang dilakukan di laboratorium Wuhan, yang telah dianggap sebagai tempat yang memungkinkan penyakit itu berasal," tambah dokumen itu.

Laporan tersebut juga mengungkap sikap Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) yang menolak mengungkapkan rincian penelitian yang dilakukan di Amerika tentang virus terkait SARS-CoV, yang telah didukung oleh badan pemerintah AS.

"Akhirnya, hanya data yang telah disunting secara luas yang mereka berikan," kata dokumen itu, menambahkan bahwa itu hanya berisi informasi seadanya dari sebenarnya yang diperlukan oleh tuntutan hukum undang-undang Kebebasan Informasi.

Kurangnya data yang diperlukan tentang asal-usul virus masih menghalangi para peneliti untuk menentukan asal-usul virus, walaupun hampir semua hipotesis di bidang ini tetap masuk akal.

Secara khusus, dikatakan bahwa ada dua jalur utama yang mungkin kemunculan virus masih harus dipertimbangkan, yaitu peristiwa limpahan alami, di mana seseorang tertular dari hewan, dan insiden di pusat penelitian.

"Jalur kedua secara khusus menunjukkan bahwa seorang peneliti bisa menjadi terinfeksi, baik itu  di lapangan atau di laboratoriumnya, dengan virus yang dimanipulasi secara genetik," kata dokumen itu.

“Pencarian asal-usul virus membutuhkan kerja yang tidak memihak, independen, transparan, dan keras didukung oleh semua pemerintah,” kata laporan itu.

Asal usul pasti virus Covid-19 belum dapat dibuktikan secara meyakinkan. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pada Februari 2021 bahwa kemungkinan besar ditularkan dari hewan, mungkin kelelawar, ke manusia.

Sebelumnya pada bulan September, sebuah penelitian di Israel menyimpulkan bahwa kelelawar kemungkinan tidak dapat disalahkan atas pandemi Covid-19 karena tidak ada bukti kuat yang membuktikan hubungan antara kelelawar dan wabah penyakit.

Washington sejauh ini belum mengomentari temuan Komisi Lancet. 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya