Berita

Ketua KPK Firli Bahuri dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri sosialisasi dan bimbingan teknis Desa Antikorupsi/Ist

Politik

Kedepankan Gagasan, Duet Firli-Khofifah Minimalisir Politik Identitas

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2022 | 01:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polarisasi atau keterbelahan masyarakat adalah dampak nyata dari politik identitas yang selama ini dimainkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.

Namun sayangnya, pendukung maupun sosok yang sejauh ini disebut bakal maju sebagai capres-cawapres masih menggunakan politik identitas untuk meraih simpati masyarakat.

Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul, pada Pilres 2024 mendatang seharusnya partai politik dan masyarakat memberikan ruang bagi sosok yang mengedepankan ide dan gagasan demi kemajuan Indonesia.


Adib melihat, sosok yang mengedepankan politik gagasan ialah Ketua KPK Firli Bahuri dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketika berkolaborasi mencanangkan desa antikorupsi.

“Yang dilakukan oleh Firli Bahuri dan Khofifah, saya kira inikan politik gagasan, ide desa antikorupsi ini menurut saya gebarakan yang bagus. Tidak pernah terdengar dari sosok potensial yang digadang maju di Pilpres 2024,” kata Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/9).

Adib berpandangan, jika partai politik memberikan ruang bagi sosok yang mengedepankan politik gagasan maka bisa mereduksi bahkan meminimalisir politik identitas yang dampaknya sudah dirasakan hingga saat ini.

“Maka jawabannya ini, politik gagasan. Apa itu, ya program dari desa untuk bebas korupsi, karena korupsi inikan kejahatan extraordinary,” tandas Adib.

Namun demikian, baik Firli dan Khofifah memiliki kelemahan yang sama yaitu bukan orang partai politik. Meskipun keduanya, menurut Adib memiliki kualifikasi pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

“Untuk mendapat tiket inikan harus berjuang luar biasa, karena politik kita inikah transaksional,” pungkas Adib.

Sebelumnya, Firli Bahuri bersama Kofifah mencanangkan desa antikorupsi di Jawa Timur. Mereka hadir untuk memberikan bimbingan teknis kepada seluruh Kepala Desa se-Jawa Timur di Islamic Center, Surabaya, Rabu (14/9).

“Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis desa anti korupsi dilaksanakan merupakan bentuk kecintaan KPK dan masyarakat Jatim dalam mewujudkan tujuan negara yaitu untuk Indonesia maju dan bebas dari korupsi," ujar Firli.

Firli berharap, kepada stakeholder terkait agar melakukan bimbingan sampai di tingkat desa, dan KPK akan melakukan pengawasan secara ketat sehingga program desa anti korupsi dapat berjalan dengan baik.

"Dalam pemberantasan korupsi dibutuhkan sebuah orkestrasi dengan menciptakan sistem integritas nasional," kata Firli.

Kegiatan tersebut merupakan sebagai tindak lanjut dan komitmen dari Gubernur Jatim untuk mencegah tindak kejahatan korupsi tingkat Desa di Provinsi Jatim, dan juga untuk menyamakan persepsi serta bentuk kolaborasi dan kerjasama seluruh elemen masyarakat terkait penanganan tindak korupsi di Provinsi Jatim.

Dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk membangun pondasi dasar di tingkat desa sehingga dapat untuk mewujudkan kemajuan bangsa.

Khofifah mengatakan, korupsi merupakan tindak pidana yang dapat menjadikan kemiskinan. Apabila membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukkan diri dengan ritus-ritus hanya akan berarti membiarkan berlangsungnya proses pemiskinan bangsa yang makin maju.

"Beberapa program yang dicanangkan diberbagai desa di wilayah Jawa Timur khususnya Bumdes di Desa Sekapuk Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik yang sukses mengelolah desa tersebut, sehingga dapat memberikan PAD dan kontribusi positif bagi pemerintahan Provinsi Jawa Timur," kata Khofifah.



Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya