Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KAMMI: Pemerintah Perlu Kajian Mendalam Agar Subsidi Energi Lebih Tepat Sasaran

SELASA, 13 SEPTEMBER 2022 | 17:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) pada taraf wajar dan patut dimaklumi. Pasalya, selama subsidi BBM yang diberikan pemerintah masih tidak tepat sasaran dalam penyalurannya.

Ketua Bidang Ekonomi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan (ESDAL) Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Edo Hendra Kusuma mengatakan, realita tidak bisa disembunyikan bahwa banyak kalangan ekonomi mampu turut menikmati subsidi BBM.

"Subsidi energi masih belum kena sasaran, di mana masih banyak kalangan masyarakat  menengah ke atas yang nyatanya paling banyak menikmati kebijakan subsidi," kata Edo dalam keterangannya, Selasa (13/9).


Pada sisi lain, Edo juga mengingatkan pemerintah yang masih perlu melakukan kajian lebih dalam terkait subsidi ini. Sehingga, pemerintah bisa menemukan solusi agar subsidi energi tepat sasaran.

"Karenanya, lembaga-lembaga terkait perlu mengkaji ulang dan memberikan solusi agar kebijakan subsidi lebih tepat sasaran," katanya.

Sementara itu, Ketua KAMMI Jakarta Pusat, Fuadi Firdaus menambahkan, penyesuaian harga BBM bersubsidi harus disosialisasikan secara masif.

Untuk saat ini, dia berkeyakinan pemerintah sedang bekerja keras menemukan solusi dari persoalan ini.

"Mungkin skema pengalihan subsidi lebih tepat dialokasikan langsung kepada penerima dari pada melakukan subsidi terhadap barang," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya