Berita

Pengamat politik, hukum, dan keamanan, Dewinta Pringgodani/Net

Hukum

Deolipa Minta Komnas HAM Tarik Pernyataan Soal Pelecehan terhadap PC, Pengamat: Itu Sudah Benar

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2022 | 02:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Langkah Deolipa Yumara yang meminta pernyataan Komnas HAM soal pelecehan Putri Candrawathi ditarik kembali mendapat dukungan publik. Deolipa mengirim surat keberatan karena menemukan fakta adanya pernyataan Komnas HAM yang melawan hukum.

Dukungan terhadap mantan pengaraca Bharada E itu datang dari pengamat politik, hukum dan keamanan Dewinta Pringgodani.

Dewinta mengingatkan bahwa Bareskrim Mabes Polri telah resmi menghentikan laporan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, karena tidak ditemukan peristiwa pidana.


"Karena memang tidak ditemukan bukti dan petunjuk, jadi klir tidak ada pelecehan seksual dalam kasus Brigadir Yosua," kata Dewinta, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (10/9).

Karena itulah Dewinta mempertanyakan motivasi Komnas HAM menghidupkan kembali isu pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

"Sudah benar permintaan Deolipa agar Komnas HAM menarik kembali pernyataannya itu," demikian Dewinta.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya