Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Yordania Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 13:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan Kerajaan Yordania mendeteksi kasus pertama monkeypox atau cacar monyet pertama di negara itu.

Kementerian Kesehatan kerajaan mengatakan pada Kamis (8/9) bahwa kasus tersebut dideteksi pada seorang pria Yordania berusia 30 tahun yang telah melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa dan kembali ke Yordania pada 20 Agustus.

"Pria itu kemudian menunjukkan gejala cacar monyet dan mengunjungi dokter pada hari Rabu," kata kementerian, seperti dikutip dari The National, Jumat (9/9).


"Hasil tes pada Kamis mengkonfirmasi bahwa pria itu positif mengidap penyakit tersebut. Dia dikarantina di rumahnya dan dalam kondisi baik," tambahnya.

Sehari sebelumnya, Rabu (7/9), Mesir juga mendeteksi kasus cacar monyet pertamanya pada seorang pria Eropa berusia 42 tahun. Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan kondisi pasien stabil.

Sejak wabah cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara pertama kali diidentifikasi pada bulan Mei, Organisasi Kesehatan Dunia dan lembaga lainnya telah mencatat bahwa penyebarannya sebagian besar terjadi di antara pria yang melakukan hubungan sesama jenis.

Virus ini berasal dari primata dan hewan liar lainnya dan menyebabkan demam, nyeri tubuh, kedinginan, dan kelelahan pada sebagian besar pasien.

Beberapa orang, bagaimanapun, dapat mengembangkan ruam dan lesi pada wajah, tangan dan bagian tubuh lainnya.

Kebanyakan orang sembuh dalam waktu sekitar dua sampai empat minggu tanpa perlu dirawat di rumah sakit, tetapi penyakit ini bisa berakibat fatal hingga 6 persen kasus dan dianggap lebih parah pada anak-anak.

Penyakit cacar ini umumnya ditemukan di beberapa bagian Afrika Tengah dan Barat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya