Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning/Net

Dunia

China Tuding AS Berusaha Memiliterisasi Ruang Angkasa

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat sedang melakukan militerisasi ruang angkasa, sebuah pernyataan yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Rabu (7/9) waktu setempat.

Berbicara kepada wartawan, Mao mengomentari arahan Pentagon yang dikeluarkan pada akhir Agustus yang isinya membahas kemungkinan operasi militer di ruang angkasa.

Menurutnya, seharusnya AS tidak dalam posisi untuk berbicara tentang merumuskan apa yang disebut kode untuk perilaku yang bertanggung jawab di ruang angkasa, mengingat fakta bahwa untuk waktu yang lama, AS telah secara terbuka menganggap ruang angkasa sebagai domain pertempuran.


“AS telah membangun Pasukan Ruang Angkasa dan Komando Ruang Angkasa. AS juga mengembangkan dan mengerahkan senjata ofensif berbasis ruang angkasa, melakukan latihan militer dan uji teknologi ofensif dan defensif, dan mengintensifkan kerja sama militer dengan sekutunya,” kata Mao, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (8/9).

"Ini telah meningkatkan risiko salah perhitungan militer dan konflik," ujarnya.

Juru bicara itu kemudian menuduh Washington menghalangi inisiatif pengendalian senjata ruang angkasa yang dipimpin oleh China dan Rusia.  Ia juga menduga AS memperparah tren dengan mengubah ruang angkasa menjadi senjata dan medan perang.

Selain mengakui ruang angkasa sebagai domain prioritas kekuatan militer nasional, arahan AS yang baru mengatakan bahwa Pentagon harus melindungi dan mempertahankan penggunaan ruang angkasa untuk tujuan keamanan nasional AS, serta memberikan kemampuan ruang angkasa yang canggih untuk mencegah konflik.

Ia mengatakan pendekatan yang digariskan dalam dokumen tersebut menimbulkan tantangan besar bagi perdamaian dan keamanan luar angkasa, dan sepenuhnya mengekspos ambisi AS untuk meningkatkan pembangunan militer dan kesiapan perang di ruang angkasa.

“AS harus menghormati keprihatinan bersama masyarakat internasional, segera menghentikan langkah negatif yang dapat merusak keamanan luar angkasa, meningkatkan tanggung jawabnya dan berhenti menghalangi negosiasi untuk instrumen hukum tentang pengendalian senjata di ruang angkasa,” demikian Mao.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya