Berita

UNAMA/Net

Dunia

Sekjen PBB Kecam Keras Serangan Bom ISIS di Depan Kedutaan Rusia di Kabul

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 11:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serangan bom bunuh diri di luar kedutaan Rusia di Kabul pada Senin pagi (5/9) mendapat kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, Guterres menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka dan berharap yang terluka agar cepat sembuh.

Pernyataan itu menegaskan kembali bahwa setiap serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil, termasuk misi diplomatik, dilarang keras oleh Hukum Humaniter Internasional.


Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) juga mengutuk serangan itu di akun Twitter-nya.

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, UNAMA menekankan perlunya otoritas de facto untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan dan keamanan rakyat serta misi diplomatik," cuitnya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/9).

Sedikitnya 25 orang, termasuk dua staf kedutaan Rusia, tewas dan 15 lainnya terluka dalam bom bunuh diri yang terjadi di dekat pintu masuk kedutaan tersebut.

Polisi mengatakan penyerang ditembak mati oleh penjaga bersenjata saat dia mendekati gerbang, dalam salah satu serangan pertama sejak Taliban mengambil alih kekuasaan tahun lalu.

Kelompok militan Negara Islam Provinsi Khorasan (IS-K) memposting pesan di situsnya pada hari Senin mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya