Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab sebagai Pelaku Serangan Bom di Depan Kedutaan Rusia di Kabul

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 10:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok teroris Negara Islam alias ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang mengguncang Kabul Senin pagi (5/9) waktu setempat.

Ledakan itu terjadi tidak jauh dari pintu masuk kedutaan Rusia di ibukota Afghanistan dan laporan terbaru mengatakan 25 orang, termasuk dua anggota staf kedutaan tewas dalam serangan itu.

RT melaporkan Selasa (6/9) bahwa kelompok teroris telah mengklaim serangan itu dilakukan oleh seorang pejuang asing. Menurut beberapa laporan, serangan diluncurkan oleh cabang lokal Negara Islam, ISIS-K.


Ini adalah serangan pertama terhadap misi diplomatik di Afghanistan yang diklaim oleh ISIS sejak pengambilalihan Taliban tahun 2021.

Sebelumnya, Komite Investigasi Rusia mengkonfirmasi bahwa seorang asisten sekretaris dan seorang penjaga keamanan – keduanya warga negara Rusia – tewas dalam ledakan itu.

Menurut laporan media, sebagian besar korban adalah warga Afghanistan yang sedang mengantri untuk mendapatkan visa.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pernyataannya mengatakan bahwa saat ini keamanan di sekitar kedutaan semakin diperketat lagi.

Rusia termasuk di antara sedikit negara yang mempertahankan misi diplomatik di Kabul sejak Taliban berkuasa di Afghanistan setahun lalu.

Afghanistan telah berulang kali mengalami serangan teroris sejak pengambilalihan tahun 2021, yang dituduhkan oleh Taliban kepada ISIS-K.

Pertengahan Agustus lalu, sebuah ledakan dahsyat menghantam sebuah masjid di Kabul saat salat magrib berjamaah. Puluhan orang tewas dalam insiden tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya