Berita

Bart De Wever/Net

Dunia

Belgia Akan Jadi Yunani Berikutnya, Politisi: Tapi Krisis Ini Bukan Disebabkan oleh Putin

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 09:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan pemerintah Belgia untuk menutup pembangkit listrik tenaga nuklir dan beralih ke pembangkit listrik tenaga gas mendapat kritik tajam dari pemimpin partai oposisi New Flemish Alliance, Bart De Wever.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal,  De Wever  yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Antwerpen itu  mengatakan bahwa kebijakan energi pemerintah Belgia telah mendorong negara itu ke dalam situasi yang mengerikan. Bahkan, katanya, dapat  membuatnya mirip dengan Yunani yang dililit utang.

"Sudah waktunya bagi Belgia untuk menghadapi kebenaran pahit bahwa negara mereka bangkrut," kata De Wever, seperti dikutip dari RT, Senin (5/9).


“Lihat utang kita, belanja pemerintah, dan defisit. Ini lebih buruk daripada di Eropa Selatan,” katanya.

“Saya sebelumnya telah mengingatkan bahwa setelah guncangan ekonomi,  kita akan  menjadi Yunani berikutnya. Sayang sekali, Itulah kenyataannya sekarang," lanjut walikota.

De Wever, yang memimpin kekuatan politik nasionalis Flemish konservatif, menuduh pemerintah Perdana Menteri Alexander De Croo gagal mempersiapkan Belgia dalam mengatasi krisis energi, kontras dengan apa yang dialami AS.

“Orang-orang Amerika tidak dalam masalah seperti ini. Mereka telah melakukan kebalikan dari apa yang telah kita lakukan. Mereka sekarang pengekspor migas," ujarnya.

Politisi Belgia itu berpendapat bahwa kepatuhan UE terhadap “dogma hijau” tidak banyak membantu mencegah perubahan iklim, karena standar yang ketat hanya mendorong industri ke negara lain.

"Belgia dan Jerman sangat bodoh untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga nuklir mereka," kata De Wever.

Pernyataan politisi itu merujuk pada komitmen pemerintah saat ini yang dengan tegas menutup Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Doel dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tihange dalam perjanjian koalisi Desember.

Proses dekomisioning ketujuh unit Belgia dijadwalkan akan dimulai tahun ini, dengan shutdown penuh pada tahun 2025. Rencananya adalah membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas yang disubsidi pemerintah untuk mengkompensasi hilangnya pembangkit listrik.

Pada bulan Maret, pemerintah mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menjalankan reaktor Doel-4 dan Tihange-3 yang relatif baru selama sepuluh tahun melampaui batas waktu 2025 sebelumnya, karena perkiraan kekurangan energi.

“Krisis ini, bukan krisis yang disebabkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” bantah De Wever dalam wawancara.

“Eropa telah membawanya dengan sendirinya dengan menghentikan produksi energi primernya sendiri abad ini," lanjutnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya