Berita

Stasiun kompresor di pipa gas alam Nord Stream 1 di Lubmin, Jerman/Net

Dunia

Bantu Rakyatnya Atasi Masa Sulit, Jerman Kucurkan Bansos Senilai Rp961 Triliun

SENIN, 05 SEPTEMBER 2022 | 11:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jerman pada Minggu (4/9) mengumumkan rencana bantuan senilai 65 miliar euro (sekitar 961 triliun rupiah) sebagai upaya mengatasi inflasi yang sebagian disebabkan oleh melonjaknya harga gas.

Kanselir Olaf Scholz menegaskan bahwa pemerintahannya telah berjanji membantu jutaan rumah tangga termasuk akan membatasi perusahan energi agar tidak mengambil keuntungan besar selama krisis.  

Janji itu juga termasuk melakukan peningkatan pembayaran kepada pensiunan, pelajar, orang tua, dan pengangguran, dan tindakan untuk memperlambat laju kenaikan harga listrik yang sangat tinggi.


Jutaan pensiunan akan mendapatkan pembayaran satu kali sebesar 300 euro, agar mereka dapat menutupi tagihan listrik yang meningkat.

Pemerintah juga mengirimkan uang untuk siswa sebesar 200 euro, dan menanggung biaya gas untuk orang yang menerima tunjangan perumahan.

Sevanyak 1,5 miliar euro akan disisihkan untuk pengganti tiket bulanan sembilan euro yang sangat populer di jaringan transportasi lokal dan regional.

“Jerman berdiri bersama dalam waktu yang sulit. Sebagai sebuah negara, kita akan melewati masa sulit ini,” kata Kanselir Olaf Scholz, seperti dikutip dari The National, Senin (5/9).

Pemerintah akan berupaya mempercepat kemandirian energi meskipun ada kekhawatiran yang mendalam atas pasokan gas ke benua itu pada musim dingin ini.

"Kami telah membuat semua keputusan untuk memastikan bahwa pasokan energi kami aman, meskipun kami ditantang oleh apa yang dilakukan Rusia," katanya, menambahkan bahwa Jerman akan siap melewati musim dingin dengan sebaik-baiknya.

“Dan kami telah membuat semua keputusan yang diperlukan untuk memastikan bahwa kami bergandengan tangan, tidak ada warga negara yang dibiarkan sendirian," lanjut Scholz.

Paket bantuan terbaru itu datang dua hari setelah raksasa energi Rusia Gazprom mengatakan tidak akan memulai kembali pengiriman gas melalui pipa Nord Stream 1 seperti yang direncanakan, setelah tiga hari perbaikan dan perawatan.

Scholz mengatakan, Rusia telah melanggar kontrak dan tidak memenuhi kewajiban pasokannya. Menurutnya, Rusia bukan lagi pemasok energi yang dapat diandalkan. "Itu adalah bagian dari realitas baru," tambahnya.

Pemerintah Scholz menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir untuk menunjukkan janji-janjinya terhadap semua warganya, termasuk konsumennya.

Sebagian besar negara di dunia mengalami inflasi akibat perang di Ukraina. Di Jerman, dampak tersebut diperparah oleh Rusia yang mengurangi pasokannya.

Selain kenaikan harga grosir untuk gas alam yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina awal tahun ini, konsumen Jerman juga harus membayar biaya tambahan baru untuk menopang perusahaan energi yang berebut menemukan pasokan baru di pasar global.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya