Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kebijakan Soal BBM, Muslim Arbi: Malaysia dan Indonesia Ojo Dibandingke

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2022 | 20:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sikap pemerintah Indonesia dengan pemerintah Malaysia tidak bisa dibanding-bandingkan terkait dengan kebijakan BBM subsidi. Pemerintah Malaysia memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya, sedangkan pemerintah Indonesia sebaliknya, menindas dan menyengsarakan.

Begitu yang disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengingat lirik lagu ”Ojo Dibandingke” yang sempat viral dinyanyikan Farel Prayoga di Istana Negara saat rangkaian upacara kenegaraan 17 Agustus kemarin.

Muslim mengatakan, harga BBM di Indonesia dan Malaysia sangat jelas berbeda. Di mana, harga di Indonesia dua kali lipat dari Malaysia. Padahal, posisi pendapatan perkapita Malaysia lebih tinggi di banding Indonesia.


"Sari sisi pendapatan perkapita dan harga BBM, pemerintah Malaysia memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya. Pemerintah kita sebaliknya, menindas dan menyengsarakan rakyat. Jelas tidak bisa dibandingkan," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/9).

Muslim menilai, dari sisi naiknya harga BBM di tengah derita rakyat terdapat misi politik. Dari info yang berkembang kata Muslim, para pemilik SPBU ternyata, dipastikan mendapatkan untung saat naiknya BBM kemarin.

"Apakah ada upaya menyogok pemilik Pertalite dan SPBU agar memuluskan tiga periode Jokowi? Sehingga di tengah protes rakyat dari berbagai kalangan, Jokowi secara nekat dan konyol naikkan BBM. Bahkan prestasi terbesar Jokowi selama 8 tahun berkuasa tercatat sudah 7 kali dinaikkan. Efek dari naik BBM ini derita rakyat tidak terbayangkan," pungkas Muslim.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya