Berita

Energodar, menampung pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, PLTN Zaporozhye/Net

Dunia

Rusia Berhasil Menghalau Lebih dari 15 Kapal Berisi Pasukan Bersenjata Kyiv yang Bergerak Menuju Energodar

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 17:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia berhasil menggagalkan upaya serangan yang dilakukan pasukan Kyiv.

Seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan, beberapa lusin kapal berkecepatan tinggi yang membawa puluhan orang-orang bersenjata bergerak menuju kota Energodar, namun pergerakan tengah malam itu berhasil terdeteksi.

“Sekitar 40 kapal saat bergerak melintasi Dnepr. Setidaknya 15 dari kapal cepat dengan sejumlah besar orang bersenjata bergerak menuju Energodar, tetapi pergerakan itu berhasil digagalkan,” kata Vladimir Rogov, anggota dewan utama administrasi sipil-militer Wilayah Zaporozhye, seperti dikutip dari TASS, Sabtu (3/9).


Ia mengaku, belum pernah melihat aktivitas jalur air dengan cakupan pasukan sebanyak itu selama operasi militer khusus berlangsung.

“Pada jam tengah malam, kegiatan seperti itu terlihat aneh. Saya tidak tahu tentang apa itu semua, tetapi orang-orang itu pasti memiliki semacam tujuan, dan kapal-kapal yang penuh dengan orang-orang bersenjata itu bergerak menuju wilayah kita. Tetapi kami telah menggagalkan pergerakan mereka," lanjutnya.

Ini bukan upaya pertama pasukan pemerintah Kyiv melancarkan serangan terhadap kota tersebut. Saat ini, Energodar, yang menampung pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, sedang bersiap untuk memenuhi misi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sebelumnya dan dua kelompok sabotase Ukraina yang terdiri dari sekitar 60 orang berusaha untuk menyeberangi reservoir air Kakhovka dan turun di sekitar tiga kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye.

Serangan itu, yang terjadi sekitar pukul 06:20 waktu Moskow, digagalkan oleh anggota Garda Nasional Rusia dan penerbangan militer.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya