Berita

Mantan presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa saat melrikan diri ke Thailand/Net

Dunia

Dua Bulan Kabur ke Luar Negeri Mantan Presiden Sri Lanka Akhirnya Pulang Kampung

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 16:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah melarikan diri ke luar negeri selama hampir dua bulan, mantan presiden terguling Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dikabarkan telah kembali ke negaranya pada Jumat (2/9) waktu setempat.

Seorang pejabat bandara dalam keterangannya mengatakan, Rajapaksa mendapat sambutan dari sejumlah menteri dan politisi saat dia turun di bandara internasional utama. Dia bahkan dikalungi rangkaian bunga dalam pesta penyambutan itu.

"Politisi pemerintah berebut untuk memberinya karangan bunga saat dia keluar dari pesawat," kata pejabat itu, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (3/9).


Kepulangan Rajapaksa juga dikonfirmasi oleh seorang pejabat pertahanan yang meminta tidak disebutkan namanya.

"Dia telah tinggal di hotel Thailand sebagai tahanan virtual dan ingin kembali," kata pejabat itu kepada AFP.

Ia menambahkan bahwa politisi membuat divisi keamanan baru untuk melindungi Rajapaksa setelah berada di tanah air, yang terdiri dari unsur-unsur dari komando tentara dan polisi.

Rajapaksa melarikan diri dari Sri Lanka di bawah pengawalan militer pada pertengahan Juli setelah massa tak bersenjata menyerbu kediaman resminya. Selama berbulan-bulan Sri Lanka dikepung oleh demonstrasi marah yang menyalahkan Rajapaksa atas krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.

Dia kemudian mengirimkan surat pengunduran dirinya dari Singapura sebelum terbang ke Thailand, di mana dia telah mengajukan petisi kepada penggantinya Ranil Wickremesinghe untuk memfasilitasi kepulangannya.

Pemimpin berusia 73 tahun itu tiba dari Bangkok melalui Singapura dengan penerbangan komersial, mengakhiri pengasingannya selama 52 hari.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya