Berita

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen bersama kudanya/Net

Dunia

Kuda Poni Milik Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen Tewas Diterkam Serigala

SABTU, 03 SEPTEMBER 2022 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peristiwa menyedihkan dialami Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, di mana kuda poni bernama "Dolly" yang berusia 30 tahun tewas dianiaya serigala di tanah miliknya di Beinhorn dekat Hanover, Jerman.

Kematian Dolly sontak menggegerkan publik setempat. Wali Kota menyalahkan kementerian lingkungan negara bagian yang dianggap lamban melakukan tindakan pencegahan, sementara menteri mendesak otoritas federal di Berlin untuk merampingkan prosedur penembakan serigala yang terlalu dekat dengan manusia atau ternak.

"Seluruh keluarga sangat kecewa dengan berita itu," kata juru bicara von der Leyen kepada outlet berita Hannoverische Allgemeine Zeitung (HAZ) pada Jumat (2/9).


Kuda poni itu ditemukan di pagi hari oleh suami von der Leyen, di sebuah paddock di propertinya.

"Ada beberapa genangan darah" yang dapat menunjukkan ia tewas dengan terkaman yang menyiksa," lapor HAZ, mengutip saksi mata.

Situasi dari insiden itu masih diselidiki oleh kementerian pertanian.

Kuda di paddock berikutnya, yang memiliki anak kuda, dilaporkan baik-baik saja.

Juru bicara Kementerian Lingkungan di Hanover, Christian Budde, mengatakan serangan serigala "sangat mungkin" untuk disalahkan menilik pola gigitan, dan sampel DNA telah diambil untuk mengidentifikasi pelakunya.

Wali Kota Beinhorn Klaus Koeneke menyesalkan insiden menyedihkan itu, dan menyalahkan Menteri Lingkungan Hidup Lower Saxony Olaf Lies.

"Kementerian tidak melakukan apa-apa, bahkan setelah seekor serigala liar dilaporkan di tengah Hanover pada pertengahan Agustus," kata Koeneke mengutip peristiwa sebelumnya.

Sekitar 40 sekawanan serigala berkeliaran di Lower Saxony pada Agustus, kata kementerian lingkungan mengutip perkiraan asosiasi pemburu lokal, dan menggambarkan hewan-hewan itu tidak mengganggu.

Keluarga Von der Leyen telah memiliki perkebunan di dekat Hanover selama beberapa dekade, di mana mereka memelihara kuda dan kuda poni.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya