Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani/Net

Politik

Siaga 98 Berharap Pertemuan Prabowo-Puan Bisa Patahkan Isu 3 Periode

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2022 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, akhir pekan ini, direspon Simpul Aktivis Angkatan (Siaga) 98.

Koordinator Siaga 98 Hasanuddin menjelaskan, pertemuan kedua tokoh politik tersebut seharusnya menelurkan gagasan-gagasan yang strategis untuk bangsa dan negara Indonesia ke depan.

"Posisi keduanya akan berpengaruh pada kebijakan dan eskalasi politik nasional ke depan," ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/9).


Salah satu poin penting yang diminta Siaga 98 untuk dibicarakan Prabowo dan Puan dalam pertemuan di Hambalang nanti adalah terkait kepastian proses demokrasi yang berjalan rutin lima tahun sekali, yaitu pemilihan umum (pemilu) bisa berlangsung.

"Memastikan tidak ada perpanjangan masa jabatan Presiden Indonesia menjadi 3 periode," sambungnya menegaskan.

Menurutnya, wacana 3 periode masa jabatan presiden yang masih mengemuka akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian politik.

"Dan utamanya mengkhianati Reformasi 98 tentang pembatasan masa jabatan presiden menjadi 2 periode untuk mengakhiri kekuasaan yang antidemokrasi," tuturnya.

Maka dari itu, Hasanuddin meminta kepada Menteri Pertahanan dan Ketua DPR RI tersebut, dalam pertemuannya nanti bisa memastikan proses demokrasi pemilihan yang sudah dimulai bisa berjalan sampai hari H pencoblosan.

"Mesti mendorong pemilu 2024 berlangsung jujur dan memastikan tidak ada praktik curang dalam pelaksanaannya," demikian Hasanuddin.

Selain meminta kepastian untuk pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 dan menghilangkan isu 3 periode jabatan presiden, Siaga 98 juga menyampaikan 6 poin lainnya untuk dibicarakan Prabowo dan Puan.

Keenam poin tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dapat mencermati dan mengantisipasi dampak geopolitik internasional yang dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina dan Hubungan Amerika Serikat-Tiongkok/China, yang tidak hanya berdampak pada perekonomian nasional, tetapi juga pada posisi Indonesia dan pertahanan nasional;

2. Mendorong pencabutan status Bencana Nasional Kesehatan yang diakibatkan Covid-19 karena secara faktual sudah berakhir, dan antisipasi terhadap hal ini diserahkan ke daerah masing-masing sesuai tingkatan kedaruratannya. Agar, tidak dipolitisasi dan digunakan sebagai alat politik perpanjangan periodesasi jabatan presiden;

3. Mendorong Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengungkap dan mengumumkan secara terbuka hal berkaitan dengan keberadaan Konsorsium 303, karena berdampak pada kepercayaan publik terhadap integritas penegak hukum;

4. Segera merumuskan upaya mengakhiri Hutang Luar Negeri Indonesia dan memastikan ekonomi nasional bertumpu pada gotong royong nasional dan bersumber pada potensi nasional;

5. Segera mengkaji hubungan kementerian BUMN dan Entitas BUMN, agar tidak terjadi pemanfaatan BUMN oleh Kementerian BUMN untuk tujuan lain diluar kepentingan memperkuat perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat;

6. Memperkuat kelembagaan Pemerintahan Desa. Sebagai bagian dari lembaga pemerintahan, perangkat desa masih berstatus bukan Aparatur Sipil Nasional (ASN).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya