Berita

Gubernur Jateng yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Demi Masa Depan Politiknya, Ganjar Pranowo Harus Segera Pindah Partai

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 17:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Masa depan dan karir politiknya di masa yang akan datang dipastikan terhambat jika Ganjar Pranowo tidak segera mengambil keputusan untuk pindah ke partai politik (Parpol) lainnya yang siap menjadi kendaraannya untuk maju di Pilpres 2024.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, jika Gubernur Jawa Tengah itu mau selamat, maka harus segera pindah partai.

"Sudah sangat jelas PDIP untuk Puan. Maka untuk apa lagi menunggu yang serba tidak pasti," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/9).


Saiful menilai, sudah saatnya Ganjar menentukan pilihan yang benar demi masa depan dan karir politiknya di masa yang akan datang.

"Kalau tetap berada seperti saat sekarang, bisa jadi PDIP akan terus menggerus bahkan menghambat Ganjar untuk terus berkembang dalam upaya meraih posisi sebagai capres pada 2024 yang akan datang," kata Saiful.

Karena kata Saiful, posisi Ganjar sangat rentan kalau tidak memiliki kepastian kendaraan hingga sampai detik ini. Bahkan bisa jadi, jika melihat gencarnya Puan Maharani melakukan sosialisasi, sudah terlihat bahwa sebenarnya PDI Perjuangan sudah menjadi kuncian Puan apapun yang terjadi.

Menurut Saiful, Ganjar akan mengalami kerugian jika masih berharap pada PDIP untuk mengusungnya.

"Tentu harus dipertimbangkan secara matang untuk pindah haluan ke partai yang mau menerima dan memperjuangkan karir politiknya untuk 2024 yang akan datang," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya