Berita

Kolase foto Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Airlangga Lebih Kuat Jika Gandeng Anies daripada Ganjar

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 16:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peluang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan lebih besar jika menggandeng Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilpres 2024, ketimbang menggaet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Begitu analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Kamis (1/10).

“Skema Airlangga-Anies atau Airlangga-Ganjar, kalau menakar dorongan elektabilitas. Lebih mungkin dan lebih potensial Anies Baswedan,” kata Dedi Kurnia.


Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengurai, Anies Baswedan itu memiliki basis suara yang personal. Berbeda dengan Ganjar yang memiliki basis suara pemilih mayoritas dari kader partai politik.

Artinya, elektabilitas Anies didominasi oleh pemilih-pemilih yang memang menyukai Anies Baswedan, tidak terpecah dengan faktor lain. Sementara Ganjar dominasi pemilihnya adalah kader parpol.

Sehingga, jika ada skema Airlangga-Anies atau Airlangga-Ganjar, maka Anies lebih potensial dengan Menko Perekonomian itu.

“Artinya ketika Ganjar diusung dengan Airlangga minim sekali kalau PDIP ikut terbawa. Artinya, suara-suara ada pada Ganjar besar kemungkinan akan turut hilang seiring berpisahnya Ganjar dengan PDIP,” sambungnya.

Atas dasar itu, Dedi Kurnia menyebut secara jelas akan terjadi peningkatan suara pada Airlangga ketika menggandeng Anies Baswedan.

“Dan bisa jadi terjadi stagnasi suara kalau yang dipilihnya adalah Ganjar,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya